Ciptakan Lagu Baru 'Minyak Goreng', Iwan Fals: "Ini Seperti Tikus Mati di Lumbung Padi"

Sabtu, 12/03/2022 - 21:51
Iwan Fals (Foto: www.iwanfals.co.id | Instagram@iwanfals).
Iwan Fals (Foto: www.iwanfals.co.id | Instagram@iwanfals).

Klikwarta.com, Nasional - Belum lama ini, musisi gaek Iwan Fals menciptakan lagu baru bersama Raja Pane berjudul 'Minyak Goreng'.

Lagu itu bertemakan kritik sosial dan dirilis lewat kanal Youtube Iwan Fals Official pada Minggu 6 Maret 2022, menceritakan fenomena kelangkaan minyak goreng (migor) yang dialami kalangan masyarakat saat ini.

Dibalik lirik dan polesan instrumen yang terkesan sederhana, lagu 'Minyak Goreng' sarat makna dan relevan terhadap fenomena yang memang sedang terjadi.

Dalam penggalan lirik lagu barunya, penyanyi bernama asli Virgiawan Listanto itu juga menyentil para konglomerat dan mafia yang konon tega menimbun minyak goreng dan tak peduli akan nasib orang-orang susah.

Tak hanya itu, lewat lirik lagu itu, musisi legendaris kelahiran Jakarta 3 September 1961 ini resah dan menyentil sikap aparat hukum yang terkesan tak berdaya memberantas para mafia dan marah karena seakan pemerintah pun begitu mudah dipermainkan.

Lirik bernada geram juga dilontarkan Iwan Fals karena di Tanah Air yang notabene kaya sumber daya alam dan memiliki jutaan hektar lahan sawit, namun nyatanya kelangkaan minyak goreng bisa terjadi.

Melihat fenomena keanehan yang seharusnya tidak terjadi di negeri ini, Iwan Fals mengibaratkan lewat penggalan lirik lagu 'Minyak Goreng', "Ini seperti tikus mati di lumbung padi,"

Selengkapnya, inilah lirik lagu 'Minyak Goreng' ciptaan Iwan Fals dan Raja Pane, yang dilansir Klikwarta.com dari kanal Youtube Iwan Fals Official, Sabtu (12/3/2022).

Lirik Lagu 'Minyak Goreng'
Ciptaan : Iwan Fals & Raja Pane.

"Minyak goreng menguap
Hilang dan lenyap di pasar
Semua ibu - ibu menggerutu
Pun bapak - bapaknya sudah barang tentu
Kocar - kacir di pasar - pasar

Aneh rasanya kok bisa hilang
Kalaupun ada harganya selangit
Usut punya usut ternyata ditimbun
Oleh Siapa?
Konon oleh tujuh konglomerat tambun

Aku kesal, kok konglomerat tega?
Aku resah, kok polisi tak berdaya?
Aku marah, kok pemerintah begitu mudah dipermainkan?
Aku geram, kok kasus itu terus berulang?

Ini seperti tikus mati di lumbung padi
Bahan kita banyak, sawit jutaan hektar
Lalu kenapa hilang dan menghilang?
Ah! dasar mafia, masa bodoh orang susah

Mungkin mafia dan aparat ada main?
Pura - pura hilang tapi diumpetin
Kok susah amat memberantasnya?

Tembak saja atau hukum seumur hidup !
Jera...jera...jera...?
Ah belum tentu... Lho..

Minyak moreng menguap
Hilang dan lenyap di pasar
Semua ibu - ibu menggerutu
Pun bapak - bapaknya sudah barang tentu
Kocar - kacir di pasar - pasar

Minyak goreng menguap...".

Pantauan Klikwarta.com dari kanal Youtube Iwan Fals Official, sejak sepekan lagu itu dirilis hingga artikel ini dibuat, lagu 'Minyak Goreng' telah ditonton sebanyak 17 ribu kali dan banyak mendapat apresiasi lewat komentar positif dari para netizen.

“Tetap kritislah selalu bang, dihati rakyat kau berada,” komentar @abu keba.

“Bener om Iwan,,, sekali barangnya banyak harga selangit,” komentar @Yati putri.

“Terima kasih Om Iwan, sudah menyuarakan keresahan kami," komentar @Akhmad Dhani.

“ibu-ibu yang pada ngantri juga ampe pada..NGUAP..om...(gut songs..om..)," komentar @Rama Rabbani.

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Related News