Foto Istimewa
Oleh : Hanifa Nabilla Elansary
Klikwarta.com - Kilauan sinar berwarna jingga menyala di cakrawala, swastamita muncul memanjakan mata mengingat langit akan berganti menjadi gelap gulita. Malam hari adalah waktu tepat manusia untuk beristirahat, ketika lingkungan yang tenang, sejuk, dan gelap akan mendorong untuk tubuh mendapatkan waktu istirahat.
Seharian beraktifitas tubuh Anda lelah dengan berbagai reaksi akan ditimbulkannya, namun Anda kesulitan memejamkan mata untuk tidur. Kondisi ini dinamakan Insomnia, hal ini disebabkan oleh masalah fisik ataupun mental. Insomnia dapat membuat Anda tidak memiliki waktu tidur yang dibutuhkan tubuh, sehingga harus mengenali penyebab insomnia.
Insomnia tidak hanya sulit untuk memejamkan mata atau tidur saja, hal ini menyebabkan ketika Anda beraktifitas keesokan hari membuat tubuh tidak cukup fit. Saat terlelap, kondisi ini keadaan yang tidak sadar secara alami. Tubuh Anda akan melalui siklus yang bergantian, antara tidur gerakan mata cepat dan tidur non-gerakan mata cepat.
Insomnia Akibat Pikiran
Malam semakin larut namun secara bersamaan mengalami insomnia, mulai timbul rasa kekhawatiran yang ada pada diri Anda tak kunjung memudar. Kekhawatiran dan kecemasan yang berlebihan biasa dikenal dengan overthinking, dapat meningkatkan risiko stres serta depresi yang pada akhirnya menyebabkan insomnia, hal ini disebabkan oleh faktor kognitif dan reaksi yang timbul pada sistem saraf.
Jika sudah waktunya tubuh untuk istirahat tetapi pikiran Anda melayang-layang tak menentu, hal ini dapat memicu kesulitan konsentrasi dan fokus karena otak serta tubuh jadi kekurangan waktu untuk beristirahat kembali. Dilansir melalui website National Sleep Foundation mengungkapkan “Salah satu penyebab terjadinya insomnia adalah stres, begitu pula sebaliknya”. Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres dengan baik, menciptakan rutinitas waktu kebiasaan tidur yang sehat untuk mencegah insomnia serta menjaga kesehatan tubuh secara umum.
Sebab faktor risiko insomnia ini lebih rentan terjadi oleh wanita dibandingkan pria, serta seseorang yang lanjut usia. Selain itu perlu Anda ketahui kalau penyakit obesitas dan penyakit kardiovaskuler juga dapat menyebabkan insomnia, terutama masa monopause. Peristiwa ini berbeda hal nya jika Anda begadang dengan insomnia, walaupun sama-sama mengakibatkan kurang tidur begadang ini kerap menjadi kebiasaan yang didorong atas kemauan diri sendiri.
Menghadapi pola tidur seperti ini Anda perlu perbaiki atau bahkan dicegah dengan mempertahankan jadwal tidur yang teratur serta mengurangi tidur pada siang hari, hindari konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein atau alkohol sebelum tidur, serta hindari aktifitas atau pikiran yang memicu stres sebelum tidur. Pengidap insomnia ini berdampak pada kesehatan fisik maupun mental, seperti mudah merasa lelah, penurunan sistem kekebalan tubuh, kurang fokus, gangguan kecemasan (anxiety disorder) dan lain sebagainya.
Tubuh serta pikiran yang rileks dan nyaman dapat meningkatkan kualitas tidur Anda, selain itu kondisi fisik Anda dapat lebih berenergi keesokan harinya. Meditasi adalah salah satu cara terbaik dalam bentuk mengatasi insomnia dan kecemasan secara bersamaan supaya Anda bisa lebih mengenali diri sendiri. Saat Anda merasa bahwa pola tidur Anda mulai sangat terganggu, disarankan untuk mengunjungi ke tenaga profesional. Oleh karena itu, kesehatan jauh lebih berharga dibandingkan apapun, maka sayangi serta rawat diri sendiri.








