Cegah Stunting, Mahasiswa KKN-T 2023 FIPHAL Sosialisasi Peduli Gizi dan Anemia

Selasa, 15/08/2023 - 14:41
Mahasiswa KKN-T 2023 FIPHAL saat mengadakan kegiatan sosialisasi peduli gizi dan anemia dalam mencegah stunting.

Mahasiswa KKN-T 2023 FIPHAL saat mengadakan kegiatan sosialisasi peduli gizi dan anemia dalam mencegah stunting.

Klikwarta.com, Desa Banjarsari, Bogor (10/08/2023) - Kelompok 7 KKN-T fakultas ilmu pangan halal dengan Dosen Pendamping Ibu Arti Hastuti, S.T.P., M.T.P, mengadakan sebuah Kegiatan sosialisasi peduli gizi dan anemia dalam mencegah stunting dilaksanakan dengan sukses dan antusias di Desa Banjarsari pada hari Kamis, 10 Agustus 2023. Kegiatan ini bertujuan agar Masyarakat Desa Banjarsari dapat memahami dan mencegah stunting pada anak-anak.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh 29 peserta yang terdiri dari Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Djuanda, perangkat desa Banjarsari, Kader posyandu, kader PKK, ibu hamil dan remaja.

D
(Narasumber dan Perangkat Desa)

Masih menjadi perhatian serius di Indonesia, masalah stunting (pertumbuhan terhambat pada anak) terus menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Salah satu penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi pada ibu hamil dan balita. Definisi stunting sendiri kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kurang gizi dalam jangka waktu lama, paparan infeksi berulang, dan kurang stimulasi. Di Desa Banjarsari, masalah ini juga terasa nyata dengan adanya beberapa kasus balita yang terindikasi stunting. Selain itu, tingkat pengetahuan ibu-ibu setempat mengenai penurunan stunting dan asupan gizi yang seimbang masih minim, menjadikan upaya penurunan terhambat.

"Ucapan terimakasih dari ketua kelompok kepada pemerintah Desa Banjarsari yang telah memberikan fasilitas serta dukungan kepada Tim KKN-T kelompok 7 FIPHAL dalam menyelenggarakan kegiatan sosialisasi peduli gizi dan anemia dalam mencegah stunting. Karena kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja KKN dan sebagai pengaplikasian rasa cinta dari Tim KKN-T kelompok 7 FIPHAL kepada Masyarakat Desa Banjarsari sebagai Upaya pencegahan stunting, kami juga mengundang narasumber ahli di bidang Gizi dan Anemia yang telah sesuai dengan kegiatan tersebut.

(Pemaparan materi peduli Gizi oleh ibu Ela Nurlaela, S.Tr.Keb)
(Pemaparan materi peduli Gizi oleh ibu Ela Nurlaela, S.Tr.Keb)

"Gizi seimbang adalah zat-zat penting yang terkandung didalam makanan. Faktor yang mempengaruhi penyusunan gizi seimbang yaitu ekonomi, sosial budaya, kondisi Kesehatan, berat badan, dll. Guna makanan gizi seimbang sebagai sumber tenaga,  sebagai sumber pengatur, dan sebagai sumber pembangun. Manfaat pemenuhan gizi seimbang pada masa kehamilan akan menciptakan janin yang sehat. Pada usia bayi, akan terbentuk anak yang sehat. Pada usia 1-3 tahun, pemenuhan kebutuhan gizi yang optimal sebagai cara untuk menghindari keterlambatan pertumbuhan. Pada usia pra-sekolah dan sekolah, untuk konsentrasi belajar. Pada usia remaja, yaitu agar dapat mencapai kematangan fungsi seksual dan tercapainya bentuk dewasa. Dan pada usia dewasa diperlukan agar tercapai kematangan fisik, psikomotorik, mental, dan sosial.’’ Ungkap, narasumber ibu Ela Nurlaela, S.Tr.Keb sebagai Bidan Desa.

(Pemaparan materi Anemia oleh ibu Susilawati, A.Md.A.K.)
(Pemaparan materi Anemia oleh ibu Susilawati, A.Md.A.K.)

Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi Anemia dari ibu Susilawati, A.Md.A.K. sebagai Staf Lab Bogor Medical Center (BMC) - Mayapada, "Anemia secara garis besar adalah penurunan Hemoglobin (Hb) dalam darah. Hemoglobin ini berfungsi untuk mengikat dan menyalurkan oksigen untuk sel-sel tubuh. Anemia diklasifikasi menjadi beberapa jenis yaitu thalassemia dan anemia sel sabit , masalah kesehatan kronis, Anemia Hemolitik, pendarahan , dan masa kemahamilan.

( Pemberian GEMASS QR kepada kader sebagai inovasi kelompok 7 KKN-T)
(Pemberian GEMASS QR kepada kader sebagai inovasi kelompok 7 KKN-T)

Penyebab anemia seperti kekurangan asupan lauk pauk, kebiasaan minum teh atau kopi, karena didalam teh dan kopi mengandung tanim yang bisa mengahambat penyerapan zat besi oleh tubuh.

Gejala anemia yaitu pusing, lemas , mudah lelah, kulit terlihat pucat, kaki dan tangan dingin.

Pencegahan anemia yang dapat dilakukan diantaranya memastikan kebutuhan vitamin C dalam tubuh terpenuhi, mengonsumsi makaan atau suplemen yang mengandung kalsium, mengurangi minuman berkafein. Dan makan makanan tinggi zat besi."

Dengan demikian, Harapan dari ketua pelaksana sekaligus ketua kelompok 7 KKN-T FIPHAL mengenai kegiatan sosialisasi peduli gizi dan anemia dalam mencegah stunting ini, yaitu semoga ilmu – ilmu yang telah disampaikan oleh narasumber dapat terserap oleh semua peserta yang hadir khususnya kader POSYANDU dan materi yang telah tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui POSYANDU yang diadakan setiap bulannya.

(Foto bersama masyarakat, narasumber dan perangkat desa)
(Foto bersama masyarakat, narasumber dan perangkat desa)

Berita Terkait