Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara (kanan) pasca dilantik
Klikwarta.com, Aceh Utara – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara memboyong seluruh tenaga penyuluh di Kabupaten Aceh Utara ke luar negeri. Penyuluh yang diboyong keluar negeri dalam agenda studi banding dengan dinas pertanian negara Thailand. Selasa (04/02/20).
Para penyuluh yang melakukan studi banding ke negara thailand didampingi oleh kepala dinas pertanian dan pangan yang baru dilantik, Mukhtar,SP, Kabid dan staf dinas. Berdasarkan informasi yang diproleh media ini, Mereka berangkat ke negeri jelmaan gajah putih itu, berjumlah sebanyak 60 orang.
Jadwal rombongan tenaga penyuluh berangkat studi banding ke negara thailand pada tanggal 03/02/20 Senin malam dengan menggunakan pesawat, lewat penerbangan Bandara Internasional Kualanamu Medan.
Kepala dinas pertanian dan pangan kabupaten aceh utara, Muktar,S.P, menjelaskan. Para penyuluh yang berangkat ke negara thailand yaitu dalam rangka melakukan studi banding dengan pertanian thailand.
Kunjungan ke thailand, mereka melakukan kegiatan selama dua hari, disamping itu jelas muktar. Kunjungan puluhan tenaga penyuluhan abdi negara ini ke thailand menggunakan biaya transportasi dari kantong pribadi,” jelasnya melalui pesan Whatshap.
Menurut informasi yang di telusuri media ini, agenda studi banding tenaga penyuluh di bawah kendali kadis pertanian yang baru definitif ini. Dalam Surat Perintah Tugas (SPT) resmi yang ditanda tangani selama 4 hari.
Informasi tersebut, jauh menyimpang antara yang disampaikan kadis pertanian. Bahkan mereka mengatur rute dari Medan - Thailand, Thailand – Malaysia dan Malaysia - Indonesia.
Dalam pelantikan bulan januari lalu, Bupati aceh utara H. Muhammad Thaib telah mengingatkan kepada seluruh pejabat Tinggi Pratama Yang dilantik. Dimana bupati mengingatkan kepada para pejabat baru dilantik agar dapat membuktikan kapabilitas diri dengan menunjukkan kinerja terbaik bagi kemajuan pembangunan Aceh Utara, terutama yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, seperti pada bidang kesehatan, pendidikan, pertanian, perkebunan dan peternakan, bahkan juga sektor terkait pelayanan sosial, perempuan dan perlindungan anak dan bupati akan selalu memantau dan mengevaluasi kinerja Dinas.
Bahkan bupati juga menekankan untuk meningkatkan kedisiplinan kerja kadis dan instansi. (Saqil)








