Warniti pengrajin Kain Batik Asal Desa Jatimulya Kecamatan Suradadi
Klikwarta.com, Tegal – Desa Jatimulya Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal ternyata memiliki potensi yang langka yakni memproduksi Kain Batik dengan cara Tradisional dengan sistem ditulis langsung oleh pembuatnya.
Penelusuran potensi masyarakat desa di Desa Jatimulya tersebut dilakukan oleh Satgas TMMD Reguler Ke 105 Kodim 0712/Tegal sebagai perwujudan penerapan pembangunan desa dari berbagai sektor, sehingga melalui publikasi mampu mengangkat kerajinan menjadi potensi unggulan desa.
Warniti (42) asal Dukuh Grogolan RT. 01 RW. 05. Desa Jatimulya saat dikonfirmasi anggota Satgas TMMD yang bertugas melakukan penelusuran potensi masyarakat desa menuturkan pembuatan kain batik yang sudah belasan tahun ini, semakin hari semakin menurun dan minat para generasi muda pun turut menurun bahkan sangat jarang yang ingin belajar terhadap kerajinan lokal.
Ia menambahkan selain upah yang diterimanya kecil, proses pembuatannya cukup lama untuk menghasilkan 1 lembar kain batik , sedanhkan Faktor lain yang masih menjadi persoalaan adalah permasalahan pemasaran produk kain batik, padahal untuk mutu kualitas kain batik olahannya mampu bersaing dengan produksi kain batik daerah lain seperti Solo, Pekalongan atau wilayah pembuat batik tulis di Kabupaten Tegal.
Terkait produksi dalam pembuatan batik warniti menjelaskan dalam satu bulan hanya mampu mengerjakan dua kain batik dengan penghasilan berkisar Rp 150.000,- - Rp 250.000, - perkain batik tergantung tingkat kesulitan corak, sedangkan satu kain batik dapat terselesaikan dalam kurun waktu dua minggu.
Sementara Babinsa Jatimulya dari Koramil 05 Suradadi Kodim 0712 Tegal, mengakui kerajinan batik diwilayah tugasnya merupakan salah satu produk lokal desa binaannya yang memiliki potensi untuk menjadi produk unggulan dan bisa mengangkat desa.
Kehadiran Satgas Kodim 0712/Tegal melalui Program TMMD Reguler ke 105, menjadi harapan masyarakat desa dalam menjembatani menuju peningkatan para pengrajin batik guna meningkatkan produksi kain batik menjadi produk unggulan desa serta meningkatkan daya beli masyarakat diantaranya melalui publikasi Satgas TMMD. (CN)








