Perjalanan Panjang Matahari
Oleh : Safira Aprilia
Klikwarta.com - Matahari adalah sumber kehidupan bumi, mulai dari cahayanya sampai sumber panasnya sangat dibutuhkan oleh bumi dan planet-planet sekitarnya. Matahari tersusun atas dua unsur utama yaitu hidrogen dan helium. Matahari sebenarnya adalah sebuah bintang, Matahari termasuk Bintang Katai Kuning, berjenis G2V. Matahari dikenal sebagai bintang sejati karena mampu menghasilkan cahayanya sendiri.
Tentu Matahari bukan satu-satunya bintang di alam semesta. Bintang-bintang lain banyak bertaburan di alam semesta, biasanya bintang-bintang akan terlihat pada malam hari sebab bisa memancarkan cahayanya sendiri. Bintang bisa memancarkan cahaya disebabkan oleh reaksi fusi nuklir yang menghasilkan energi yang terjadi di intinya. Matahari berperan sebagai pusat tata surya di galaksi Bima Sakti atau Milky Way.
Matahari sangat berguna bagi kehidupan, sumber cahaya dan panasnya yang memungkinkan adanya kehidupan. Matahari sangat jauh dari Bumi yaitu, sejauh 1,3927 juta km. Diameternya sekitar 1.392.684 km, kira-kira 109 kali diameter Bumi, dan massanya sekitar 330.000 kali massa Bumi. Matahari memiliki suhu permukaannya sebesar 5.500 derajat celsius dan suhu intinya mencapai 15 juta derajat celsius.
Awal terbentuknya Matahari
Berdasarkan teori Big Bang, terbentuknya alam semesta bermula dari ledakan gumpalan superatom raksasa. Ledakan dahsyat ini mengakibatkan menyebarnya gas-gas yang terdiri dari awan dan hidrogen. Setelah ratusan tahun, gas-gas ini berkumpul dan membentuk sebuah bola gas besar yang dikenal sebagai bintang dengan ukuran yang berbeda-beda. Diantara bintang-bintang yang terbentuk itu lalu berpusat membentuk kelompoknya masing-masing yang disebut galaksi. Di galaksi yang kita tinggali yaitu Bima Sakti, Matahari menjadi pusat peredarannya.
Revolusi Matahari
Sebagai pusat tata surya, benda-benda langit memutari Matahari atau disebut dengan revolusi. Matahari pun tidak hanya diam, Matahari turut bergerak. Matahari berotasi dan memutari pusat Bima Sakti, Matahari membutuhkan waktu 27 hari untuk satu kali rotasi dan 226 juta tahun untuk satu kali putaran memutari pusat galaksi. Di dalam galaksi Bima Sakti, Matahari berada di salah satu lengan spiralnya pada jarak 26000 tahun cahaya dari pusat Bima Sakti. Matahari bergerak dengan kecepatan 220 km per detik untuk memutari pusat galaksi Bima sakti yang merupakan sebuah lubang hitam supermasif.
Gravitasi Matahari
Matahari memiliki gravitasi paling besar di tata surya yaitu, 274 meter per sekon kuadrat. Itu sebanding dengan ukuran Matahari yang besar. Gaya gravitasi Matahari yang mengakibatkan planet-planet dan benda-benda langit berputar mengelilinginya. Gaya gravitasi yang kuat dari Matahari mengakibatkan planet-planet tertarik kedalam orbitnya. Gaya tarik menarik antara planet-planet dan Matahari menghasilkan gaya sentripetal dan sentrifugal yang menyebabkan jalur lintasan orbit melingkar. Gaya sentripetal adalah gaya yang membuat sebuah objek untuk bergerak
melingkar. Sedangkan gaya sentrifugal merupakan efek yang ditimbulkan ketika sebuah objek dengan gerak melingkar dan menjauhi pusat putaran.
Berakhirnya Matahari
Matahari merupakan jenis Bintang Katai Kuning yang berarti Matahari ada di dalam deret bintang utama. Dalam beberapa miliar tahun mendatang, Matahari akan berevolusi dari bintang deret utama kemudian menjadi Bintang Raksasa Merah. Matahari akan memperluas lapisan luarnya dan menelan planet-planet sekitarnya hingga mungkin juga menelan Bumi. Ukuran Matahari secara bertahap membesar karena proses fusi nuklir. Saat atmosfer luarnya menggembung dan lemah, membuat radiusnya membesar dan suhu permukaan inti Matahari akan naik hingga 100 juta derajat celcius. Temperatur yang sangat tinggi menyebabkan gas-gas di sekeliling inti luar menyebar secara besar-besaran dan kemudian menjadi Bintang Raksasa Merah. Ukurannya bisa mencapai 100 kali ukuran Matahari awalnya.
Besarnya energi dan temperatur Matahari menyebabkan lapisan-lapisan gas keluar dari inti Matahari, hingga tersisa inti Matahari. Inti Matahari kemudian tidak akan bersinar lagi dan menjadi dingin membentuk Bintang Katai Putih. Ketika usianya telah berakhir, Matahari akan meledak, ledakan ini disebut “Supernova”. Ledakan ini memiliki kekuatan yang sangat besar. Ketika meledak, Matahari akan terlihat lebih terang dan kekuatan sinarnya menjadi ratusan juta kali lipat lebih kuat daripada kekuatan sinar sebelumnya.








