Seniman Kota Tegal Dhimas Riyanto
Klikwarta.com, Tegal - Kongres Sastra Tegalan ke I di Auditorium Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, Selasa (26/11/2019) yang dihadiri Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie, dan para sastrawan se Tegal, menjadi langkah awal masyarakat Tegal untuk lebih mencintai bahasa dan mampu mempertahankan hingga ke masa yang akan datang.
Dhimas Riyanto pencipta lagu Tegalan yang juga seniman asal Kota Tegal sekaligus panitia pelaksana Kongres Sastra Tegalan Ke I. Selasa (26/11) berharap pihak pemerintah Kota Tegal segera memberikan sikap bagi Bahasa Tegal sehingga Bahasa Tegal mampu menjadi muatan lokal bagi kurikulum pendidikan sekolah di Kota Tegal Serta adanya legitimasi terkait Bahasa Tegal.
Hal ini disampaikan Dhimas Riyanto saat di temui Tim Klikwarta.com di lokasi Perkantoran Pemerintah Kota Tegal. Rabu (27/11) "Kongres pertama ini sengaja kami adakan, sebab kami peduli, selain untuk memacu generasi muda dalam mencintai bahasa Tegalan yang banyak dikenal dengan Ngapak juga mendorong pemerintah agar mengeluarkan aturan terkait penggunaan bahasa Tegal." ujarnya
Ia juga menambahkan Bahasa Tegal yang nota bene dikenal dengan sebutan ngapak ngapak dapat memiliki legitimasi, sehingga melalui bahasa Tegal citra baik Kota Tegal turut mampu bermartabat, karena masyarakat luas mengenal Tegal karena Logat bahasanya.
Selanjutnya Dhimas Riyanto berharap secepatnya pihak pemerintah memberikan legitimasi dalam bentuk peraturan terkait penggunaan bahasa Tegal, sehingga generasi muda nantinya mampu terus mempertahankan Bahasa Tegal dan tidak hilang bahkan tercampur aduk dengan bahasa lain, karena adanya perkembangan kota.
Terkait pelaksanaan Suksesnya pelaksanaan Kongres Sastra Tegalan ke I, Dhimas Riyanto menyampaikan, mengadakan acara ini tidak mudah, tak seperti membalikkan telapak tangan namun butuh pemikiran serta proses, pasalnya menghadirkan tokoh nomor satu di Kota Tegal serta Wakil Bupati Tegal dan para Narasumber membutuhkan pendekatan yang memakan waktu lama, pungkasnya. (red/CN)








