TKA Asal Tiongkok Tikam Rekan Kerja Hingga Tewas

Jumat, 03/06/2022 - 15:47
Konferensi Pers Polres Bintan.
Konferensi Pers Polres Bintan.

Klikwarta.com, Bintan - Seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok inisial WA (39) lakukan penikaman rekan kerjanya hingga tewas, Minggu 22 Mei 2022 lalu di Mes PT. SD yang berada di kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang Bintan.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Kapolres Bintan Akbp Tidar Wulung Dahono, S.H., S.I.K., M.H, saat Konferensi Pers yang dilaksanakan di Mako Polres Bintan Jumat (3/6/22).

Konferensi Pers tersebut dipimpin langsung Kapolres Bintan didampingi Kasat Reskrim Polres Bintan Iptu Ardiyaniki, S.I.K., S.I.K., M.Sc dan Kasi Humas Polres Bintan, Iptu Missyamsu Alson, serta dihadiri oleh rekan-rekan media.

Kapolres Bintan menyampaikan “Saat ini kami sedang menangani perkara dugaan Tindak Pidana Pembunuhan atau Penganiayaan yang menyebabkan mati, dengan tersangka seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok berinisial WA (39 Thn) dengan korbannya juga seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok berinisial ZH (26 Thn)”.

 “Aksi pembunuhan tersebut berawal saat tersangka WA hendak menemui ayah korban yang merupakan Manager HRD PT. SD untuk menanyakan kontrak kerja yang sudah habis, namun sebelum bertemu dengan Manager Hrd PT SD tersangka bertemu dengan korban dan terjadilah pertengkaran yang berlanjut dengan perkelahian yang mengakibatkan korban kena luka tusuk senjata tajam yang sudah dibawa tersangka, dalam perkelahian tersebut tersangka juga mengalami luka, sehingga keduanya dibawa ke Rumah Sakit, Namun setibanya di Rumah Sakit korban dinyatakan meninggal oleh pihak Rumah Sakit, sedangkan tersangka masih dapat tertolong dan dirawat di Rumah Sakit”, ujar Kapolres.

"Setelah tersangka dinyatakan dokter diperbolehkan pulang dan dilakukan rawat jalan tersangka diamankan oleh Sat Reskrim Polres Bintan untuk dilakukan pemeriksaan", tandasnya.

"Dengan kejadian tersebut, tersangka dijerat dengan pasal 340, Pasal 338 dan Pasal 351 (ayat 3) dengan ancaman penjara maksimal seumur hidup, atau Maksimal penjara 20 Tahun, atau penjara Maksimal 7 Tahun", tutup AKBP Tidar.(*)

Related News