Kamuflase Dugaan Pungli di SMA Donbosco Bitung Terbongkar

Rabu, 24/05/2023 - 18:00
Foto Kantor SMA Donbosco Bitung

Foto Kantor SMA Donbosco Bitung

Klikwarta.com, Bitung - Pungutan liar (Pungli) tidak hanya terjadi di jalanan. Namun di sekolah yang merupakan lembaga formal yang nyatanya masih di temui kasus pungli dengan berbagai alasan, seperti halnya yang terjadi di salah satu sekolah ternama di Kota Bitung yaitu SMA Donbosco Bitung.

Informasi yang didapat media ini, dugaan pungli yang terjadi di SMA Donbosco tersebut berkedok kartu kawan, dan parahnya jika kartu kawan tersebut tidak dipenuhi maka pihak sekolah tidak akan menyerahkan surat kelulusan dari pelajar. Sehingga dugaan tersebut menyandera pelajar dan orang tua sehingga menurut sumber, mereka diharuskan memenuhi apa yang dimintakan.

"Untuk anak kelas tiga yang lulus, walaupun sudah melunasi kewajiban di sekolah (SPP dan uang pembangunan), mereka tidak bisa ambil surat kelulusannya jika tidak membayar Kartu Kawan sejumlah 100 ribu rupiah," ujar sumber yang namanya tidak ingin dipublikasikan.

Parahnya lagi, tuntutan yang diduga sengaja dibuat-buat untuk kepentingan tertentu tersebut, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya kepada orang tua dan tanpa adanya keputusan bersama melalui rapat.

"Kalau itu dirapatkan, mungkin bagi beberapa orang tua tidak ada masalah, karena setidaknya sudah tahu dengan adanya kartu kawan itu. Namun hal ini tidak pernah dilaksanakan rapat dengan orang tua murid. Kasihan orang tua murid yang harus melunasi tunggakkan SPP dan uang pembangunan, kemudian ditambah lagi dengan kartu kawan itu," ujar sumber lebih lanjut seraya berharap, pola-pola seperti ini sekiranya dihentikan atau dihilangkan untuk menjaga nama baik sekolah di mata masyarakat luas.

Sementara itu, pihak sekolah SMA Donbosco Bitung saat dikonfirmasi oleh beberapa awak media, tak membantah adanya kartu kawan yang diedarkan kepada para siswa kelas 12 tersebut.

"Untuk jumlah pelajar kelas 12 ada 150 orang, dan untuk kartu kawan kepada pelajar yang lulus itu ada tapi tidak diwajibkan dan dipaksakan. Dalam kartu kawan itu memang ada daftar sampai 100 ribu rupiah, tetapi meskipun hanya mengisi 10 ribu rupiah, surat keluasan dari siswa tetap diserahkan oleh bagian tata usaha. Tapi untuk jelasnya silahkan menghubungi kepala sekolah," kata wakil kepala sekolah yang meminta namanya tidak disebutkan, yang saat itu didampingi satu staf tata usaha saat ditemui di SMA Donbosco Bitung.

Hingga berita ini dinaikan, Kepala sekolah SMA Donbosco Bitung, Irene Merly Untu belum berhasil dikonfirmasi, dihubungi via WhatsApp dalam keadaan tidak aktif. 

Pewarta: Laode

Berita Terkait