Kemenkominfo Adakan Literasi Digital di SMPN 1 Lubuk Pakam

Kamis, 23/03/2023 - 21:53
Webinar Literasi Digital di SMPN 1 Lubuk Pakam

Webinar Literasi Digital di SMPN 1 Lubuk Pakam

Klikwarta.com, Deli Serdang Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara mulai bergulir. Pada hari Rabu, tanggal 08 Maret lalu pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB, telah dilangsungkan Webinar bertajuk tema “Belajar Hak dan Tanggungjawab di Ruang Digital”. Kegiatan ini merupakan kerjasama Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dengan SMPN 1 Lubuk Pakam dengan melibatkan para siswa sebagai audiensnya.

Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitifnya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pengguna internet di Indonesia pada awal Tahun 2022 mencapai 204,7 juta orang atau meningkat 2,1 juta dari tahun sebelumnya. Namun, penggunaan internet tersebut membawa berbagai risiko, karena itu peningkatan penggunaan teknologi internet perlu diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang baik agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan bijak dan tepat.

Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi dan Katadata Insight Center pada tahun 2021 menunjukkan skor atau tingkat literasi digital masyarakat Indonesia berada pada angka 3,49 dari 5,00.

Kemudian pada tahun 2022, hasil survei Indeks Literasi Digital Nasional mengalami kenaikan dari 3,49 poin menjadi 3,54 poin dari skala 5,00. Hasil ini dianggap menunjukkan bahwa literasi digital masyarakat Indonesia saat ini berada di kategori sedang dibandingkan dengan tahun lalu.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementrian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menilai indeks literasi digital Indonesia belum mencapai kategori baik. “Angka ini perlu terus kita tingkatkan dan menjadi tugas kita bersama untuk membekali masyarakat kita dengan kemampuan literasi digital,” katanya lewat diskusi virtual. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

Pada webinar yang menyasar target segmen pelajar SMP ini, sukses dihadiri oleh sekitar 600 peserta daring, dan juga dihadiri beberapa narasumber yang berkompeten dalam bidangnya. Kegiatan tersebut diawali dengan sambutan dari Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan dan narasumber yakni Anwar Sadat (Senior Product Manager), Dr. Jumakir, S. Pd., M. Pd (Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan),  kemudian Vean Mardhika (Influencer) bertindak sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan Siti Kusherkatun, S.Pd.I (Asih) sebagai juru bahasa isyarat. Para narasumber tersebut akan memperbincangkan tentang 4 pilar literasi digital, yakni Digital Culture, Digital Ethic, Digital Safety dan Digital Skill.

Pada sesi pembuka, narasumber Anwar Sadat menyampaikan bahwa aktivitas kita di ruang digital harus dilakukan dengan aman. Beliau menyebutkan 5 hal yang harus diperhatikan dalam keamanan digital diantaranya adalah mengamankan perangkat digital, mengamankan identitas digital, mewaspadai penipuan digital, memahami rekam jejak digital, dan memahami keamanan digital bagi anak. Anwar sadat juga memberikan tips aman bermedia digital dengan cara menggunakan password yang kuat, menggunakan autentikasi dua faktor, menjaga data pribadi, mengenali siapa yang terhubung dengan kita di ruang digital, mewaspadai pesan yang mengajak melihat tautan, penipuan ataupun permintaan data pribadi. Selain keamanan digital, hal lain yang penting adalah kita harus memiliki tangung jawab di dunia digital karena berekspresi di dunia digital tidak mudah, adanya undang-undang yang mengatur bagaimana berekspresi di ruang digital, terdapat larangan UU ITE yang meliputi penghinaan dan pencemaran nama baik, melanggar kesusilaan, menyebarkan permusuhan atau kebencian, menyebarkan berita hoax, pemerasan dan ancaman serta mengajak perjudian.

“Ada banyak hal yang membuat apa yang kita lakukan di ruang digital itu jadi ribet, dan itu adalah konsekuensi bahwa untuk aman pasti ada sesuatu kerumitan yang harus kita lakukan, agar kita aman di ruang digital kita harus berpikir kritis, tidak mudah percaya terhadap yang disebar di internet seperti berita bohong, permusuhan, ujaran kebencian atau komen yang tidak baik itu bermula dari kita, kalau kita menyebarkan yang tidak baik, maka dampaknya suatu saat akan kembali ke kita, jadi hati-hati dengan jari yang kita miliki, selalu kritis, tidak mudah percaya, check dan recheck terhadap informasi yang kita terima dan bagikan hal-hal yang positif saja ke dunia” ujar Anwar.

Giliran narasumber kedua, Dr. Jumakir, S. Pd., M. Pd memberikan pemaparan tentang 4 pengetahuan dalam dunia digital, diantaranya cakap dalam digital, aman dalam digital, budaya dalam digital, dan etika dalam digital. Cakap digital merupakan kemampuan individu dalam memahami dan menggunakan perangkat keras, perangkat lunak serta aplikasi. Safety (aman) digital merupakan kemampuan individu dalam meningkatkan kesadaran perlindungan data pribadi dan keamanan digital. Budaya digital merupakan prasyarat dalam melakukan transformasi digital karena penerapan budaya digital lebih kepada mengubah pola pikir (mindset) agar dapat beradaptasi dengan perkembangan digital. Etika digital merupakan panduan perilaku agar pengguna dapat bijak bijak dalam menggunakan teknologi.

“Jarimu harimaumu, artinya dalam menggunakan jari untuk memanfaatkan digital harus dengan cerdas memiliki kesadaran, tanggung jawab, integritas dan berbuat kebajikan. Cara beretika digital adalah dengan bersikap sopan dan santun, dengan bertatakrama yang baik dalam komunikasi, serta memakai bahasa dan tulisan yang jelas,” tambah Jumakir.

Selanjutnya, giliran Vean Mardhika selaku Key Opinion Leader (KOL) yang akan membagikan pengalamannya sebagai influencer yang sudah lama berada di dunia digital, menjadi seorang influencer/konten kreator dimulai dengan karir beliau menjadi seorang kreatif media. Sesuatu yang beliau lakukan dan bagikan di media sosial adalah hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain. Terdapat banyak peluang untuk menjadi konten kreator, contohnya dengan mempunyai personal branding yang kuat, dan mengasah hal-hal yang digemari/potensi yang dimiliki dan memanfaatkan sosial media dengan baik.

“Peluang menjadi influencer sebenarnya banyak sekali caranya, yang penting kita harus punya personal branding untuk diri kita sendiri, misalnya kita suka menggambar, menulis, jangan sampai bakat yang ada di diri kita jadi gampang down karena komentar orang, itu sangat bisa lho diasah lagi, misalnya kita memang suka nulis, kita suka membuat quotes, bikin saja personal branding kalian tiap kali kalian mengupload sesuatu, kalian sertakan quotes yang kalian buat sendiri, artinya adalah positif atau kata-katanya indah, itu akan menjadi sebuah personal branding kalian dan itu membuat orang melihat bahwa oh ciri khas kalian itu setiap mengupload sesuatu  selalu disertakan dengan quotes kata yang manis, kemudian kalau kalian suka memfoto, foto-foto sesuatu yang memang mungkin menurut kalian abstrak atau absurd gitu, itu bisa sangat diasah karena semua itu ada pasarnya, jangan sampai kalian down berpikir kenapa sosial media kita itu isinya cuma foto yang tidak semua orang paham, padahal itu adalah sebuah peluang, foto yang kalian kira itu adalah foto yang biasa, itu bisa mendatangkan peluang dapat endorse,” jelas Vean.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Seperti Dahniar yang mengajukan pertanyaan yaitu akhir-akhir ini sering terjadi pembobolan data pada situs e commerce yang berdampak pada pencurian data pribadi. Yang ditakutkan adalah data pribadi kita dijual, bagaimana kiat-kiat menjaga data pribadi di situs e-commerce ataupun perbankan agar data kita aman terutama bagi para remaja pengguna e-commerce? Karena anak-anak masih banyak yang belum paham tentang pentingnya menjaga data pribadi. Narasumber  Anwar Sadat menanggapi bahwa data pribadi memang dapat ditransaksikan. Ini merupakan tanggung jawab bersama dan baru baru ini negara mengeluarkan Undang Undang ITE dan data pribadi lebih spesifik dalam mengamankan nya. Hal ini dipercaya dapat membantu memberikan konsekuensi terhadap pihak-pihak yang dapat menyalahgunakan. Salah satu yang penting dalam pribadi adalah Konsen, bahwa penyimpanan data pribadi terdapat persetujuan dari pengguna dalam situs tertentu. Kebiasaan yang dapat kita lakukan adalah dengan tidak mudah gampang menshare data atau informasi pribadi, selain itu dalam sisi provider lebih berhati-hati dalam menggunakan data pribadi seseorang.

Setelah berbincang-bincang dengan para narasumber selesai, moderator memberikan kesimpulan dari pemaparan materi-materi webinar sesi pagi ini dan mengumumkan sepuluh pemenang yang berhasil mendapatkan voucher e-money sebesar Rp. 100.000. Moderator mengucapkan terima kasih kepada narasumber, Key Opinion Leader (KOL) dan seluruh peserta webinar. Pukul 12.00 WIB webinar literasi digital selesai, moderator menutup webinar dengan mengucapkan salam, terima kasih dan tagline salam literasi Indonesia cakap digital.

Kegiatan Literasi Digital Sektor Pendidikan di Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.

Adapun Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui website: literasidigital.id (https://literasidigital.id/) dan media sosial Instagram: @literasidigitalkominfo (https://www.instagram.com/literasidigitalkominfo/),  Facebook Page: Literasi Digital Kominfo/@literasidigitalkominfo (https://www.facebook.com/literasidigitalkominfo), Youtube: @literasidigitalkominfo (https://www.youtube.com/@literasidigitalkominfo).

Kontributor: Arif

Berita Terkait