Mengenal Tarian Wormansorandak di Kampung Warsambin Distrik Teluk Mayalibit Raja Ampat

Kamis, 02/07/2020 - 14:47
Tarian Wormansorandak

Tarian Wormansorandak

Klikwarta.com, Raja Ampat, Papua Barat - Raja Ampat adalah salah satu Kabupaten yang di kenal dengan keindahan bawah laut yang mempesona serta banyak Spot menarik lainnya yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan, baik luar maupun dalam Negeri.

Dibalik keindahan itu, Raja Ampat juga mempunyai beragam budaya yang masih tetap terjaga sampai saat ini, salah satunya adalah tarian adat Wormansorondak di Kampung Warsambin Distrik Teluk Mayalibit.

“Tarian Wormansorandak di Kampung Warsambin diartikan dengan “Syair atau Pantun” yang berasal dari Suku Maya”, kata Aksemina Kaisepo, Pengajar Tarian Adat Wormansorandak saat diwawancarai media ini di Kampung Warsambin usai menjemput Danrem 181/PVT Brigjen TNI Yulius Selvanus dalam kegiatan peletakan batu pertama TMMD, Selasa (30/06/2020).

“Kami mendidik anak- anak kami dari kecil, agar  dapat memahami apa menjadi budaya yang telah diwarisi oleh nenek moyang mereka“, Jelas Aksemina.

1

(Foto: Aksemina Kaisepo, Saat menjemput Danrem 181/PVT Brigjen TNI Yulius Selvanus.)

Ia juga mengatakan ini adalah warisan yang harus dijaga sampai ke anak cucu, dan harus terus diperkenalkan dan dikembangkan supaya tidak punah.

“Kita takut budaya itu punah karena dipengaruhi oleh tarian- tarian modern seperti dance, disco dan tarian modern lainnya”, ucapnya.

Aksemina Kaisepo juga menerangkan tarian ini adalah kombinasi dari beberapa gaya yang diambil dari menokok sagu (mengolah sagu), menombak, hingga kepakan dari sayap burung Cenderawasih.

3

Butuh kesabaran untuk mendidik, apalagi tengah terjangan budaya asing yang semakin gencar, kita orangtua memiliki pekerjaan rumah yang berat untuk mengenalkan budaya pada anak-anak. Jika sejak kecil anak-anak tidak dikenalkan dengan budaya sendiri, maka akan sulit membuatnya mencintai Negerinya dan akan hilang jati dirinya.  

Orang tua itu harus tahu budaya yang ada supaya mereka bisa ajarkan kepada anak-anak, kalau tidak tahu tentu anak- anak juga tidak akan tahu. Olehnya itu pengenalan budaya itu harus dimulai dari orang tua.

4

Ketika memahami budaya yang mereka miliki, anak-anak tidak terpengaruh dengan paparan  budaya asing karena mereka merasa bahwa budaya di Negeri dan Bangsannya sangat bagus dan beragam.

“Semoga ini bisa dilestarikan dan mendapat perhatikan oleh Pemerintah, khususnya Pemerintah Daerah setempat agar budaya tarian ini tidak punah atau hilang kedepan” harap Aksemina Kaisepo.

(Pewarta : Mustajib)

Berita Terkait