Mengungkap Dampak Sosial dan Profesional Judi Online

Senin, 01/07/2024 - 09:25
(Sumber : iStock)
(Sumber : iStock)

Oleh : Deskinanti Branita Sandini

Penyebaran perjudian daring telah mencapai titik yang mengkhawatirkan, mempengaruhi berbagai lapisan masyarakat, termasuk profesi-profesi yang sebelumnya dianggap tidak terpapar risiko ini. Pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengenai korban judi online di kalangan wartawan dan karyawan pemerintahan menjadi sorotan utama dalam upaya pencegahan dan rehabilitasi.

Dampak Sosial dan Profesional

Menurut Menkominfo, penyebaran judi online tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga menyasar pada stabilitas profesional dan kesejahteraan pribadi individu. Kasus-kasus terbaru menunjukkan bahwa praktik ini telah merambah ke dalam lingkungan profesional yang sebelumnya dianggap aman, seperti karyawan kementerian dan wartawan. Misalnya, identifikasi korban di Kementerian Kominfo menyoroti betapa luasnya dampaknya, bahkan di institusi yang bertanggung jawab atas pengaturan informasi dan komunikasi di negara ini.

Pelaku Kasus Judi Online di Indonesia

Dilansir dari laman Liputan6.com, Hadi menyoroti penjudi online yang berasal dari latar belakang profesi wartawan. Ia mengatakan berdasarkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), diketahui sebanyak 168 orang wartawan yang terjerat judi online.

Nilai transaksi judi online itu, kata dia, mencapai satu miliar rupiah. "Profesi wartawan, itu ada 164 orang ya berdasarkan data dari PPATK dan transaksinya itu sampai dengan 6.899. Jumlah uangnya Rp1.477.160.821 dan siapa-siapa namanya juga ada. Ada lengkap," kata Hadi.

Ketua Satgas Pemberantasan Judi Online Hadi Tjahjanto mengungkap, dua persen dari total pemain judi online di Indonesia ternyata anak-anak dibawah 10 tahun. Dua persen itu adalah sekitar 80.000 anak-anak.

"Korban yang ada di masyarakat, sesuai data demografi pemain judi online, usia di bawah 10 tahun itu ada 2 persen dari pemain. Total ya 80 ribu yang terdeteksi," kata Hadi dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Rabu (19/6/2024).

Selanjutnya, ada 11 persen pemain judi online di rentang usia 10-20 tahun. Jumlah itu kurang lebih 440 ribu orang. Sedangkan, 13 persen tercatat merupakan mereka yang berusia 21- 30 tahun dengan jumlah 520 ribu.

Paling banyak terdeteksi pemain judi online ialah masyarakat usia 30-50 tahun, sebesar 40 persen atau berjumlah 1.640.000. Sisanya, 34 persen atau 1.350.000 orang adalah mereka yang berusia di atas 50 tahun.

Upaya Pencegahan dan Rehabilitasi

Pada rapat koordinasi, langkah-langkah konkret telah diusulkan untuk memperkuat upaya pencegahan dan rehabilitasi. Menko PMK Muhadjir Effendy menyoroti pentingnya rehabilitasi sebagai bagian dari pendekatan komprehensif untuk menanggulangi masalah ini. Sosialisasi kepada tokoh masyarakat dan organisasi keagamaan diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih dalam tentang bahaya judi online dan menggalang dukungan untuk edukasi masyarakat.

Kasus-kasus yang baru saja diungkapkan memerlukan perhatian serius dari semua pihak terkait. Masyarakat dan pemangku kepentingan harus bersatu untuk menghadapi tantangan ini, tidak hanya dengan tindakan penindakan tetapi juga dengan upaya pencegahan dan rehabilitasi yang menyeluruh.

Meskipun judi online menawarkan kesenangan dan peluang dalam beberapa kasus, kita tidak boleh mengabaikan bahaya yang terkait dengannya. Penting untuk mengambil langkah- langkah pencegahan yang tepat, seperti mengatur batasan finansial, membatasi akses, dan mencari bantuan profesional jika diperlukan.

Dampak Judi Online dan Penanggulangannya

Sangat penting untuk mengambil tindakan apabila ada anggota keluarga atau diri sendiri yang rentan terhadap judi online. Komunikasi terbuka dan jujur dengan anggota keluarga tentang bahaya dan risiko judi online dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung. Mengatur penggunaan teknologi dengan bijak, seperti menggunakan aplikasi atau filter internet untuk memblokir akses ke situs judi. Lalu menjaga keseimbangan dalam kehidupan sosial dan ekonomi, dengan membangun kegiatan alternatif yang menyenangkan dan memanfaatkan dukungan keluarga atau teman untuk mengalihkan perhatian dari godaan judi online

Edukasi dan kesadaran tentang risiko perjudian online sangat penting untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat dari dampak serius seperti masalah hukum, konsekuensi psikologis seperti keputusasaan, dan risiko bunuh diri akibat utang yang tak terbayar. Penting untuk mempertimbangkan secara serius sebelum terlibat dalam aktivitas judi online, karena memberikan edukasi yang tepat dapat membantu mencegah kerugian yang merusak dan konsekuensi yang menghancurkan.

Related News