Pelajar SMP dan SMA di Banyuasin Belajar Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila di Ruang digital

Jumat, 22/09/2023 - 21:37
Webinar Literasi Digital

Webinar Literasi Digital

Klikwarta.com, BanyuasinKementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) menggelar program literasi digital nasional sektor pendidikan wilayah Sumatera bagi pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan secara nonton bareng (nobar) ini mengangkat tema “Internalisasi Nilai Pancasila di Ruang Digital” dan telah berlangsung pada Jumat (15/9) pukul 09.00-11.00 WIB.

Program literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bertujuan untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024 menuju Indonesia #MakinCakapDigital. Kegiatan digelar dalam rangka meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.

literasi digital

Berdasarkan laporan We Are Social, jumlah pengguna internet di Indonesia pada Januari 2022 mencapai 204,7 juta orang atau meningkat 2,1 juta dari tahun sebelumnya, dan dimana 191,4 juta penggunanya menggunakan media sosial. Namun, penggunaan internet tersebut membawa berbagai risiko, karena itu peningkatan penggunaan teknologi internet perlu diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang baik agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan bijak dan tepat.

Hasil survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Katadata Insight Center (KIC), didapatkan skor atau tingkat literasi digital masyarakat Indonesia pada tahun 2022 berada pada angka 3,54 poin dari skala 1-5. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori sedang.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Semuel Abrijani Pangerapan menilai indeks literasi digital Indonesia belum mencapai kategori baik.

“Angka ini perlu terus kita tingkatkan dan menjadi tugas kita bersama untuk membekali masyarakat kita dengan kemampuan literasi digital,” katanya melalui virtual.

Kegiatan nonton bareng (nobar) dengan jumlah siswa 20.000 tersebut menyuguhkan materi yang didasarkan pada empat pilar utama Literasi Digital yakni kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital.

Dalam kegiatan tersebut menampilkan sejumlah narasumber, narasumber pertama yakni Dosen Informatika UIN Bandung Cecep Nurul Alam, ST., MT. membawakan materi etika digital. Cecep mengatakan bahwa segala aktivitas di ruang digital memerlukan etika digital karena kita akan berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai suku, budaya, dan agama yang harus dihargai. Cecep menyebut ruang lingkup etika digital yakni kesadaran melakukan sesuatu, tanggung jawab, integritas kejujuran, dan mengisi dengan hal-hal yang bermanfaat.

“Perlakukan orang lain dengan hormat, toleransi, terutama dalam komunikasi di online, sehingga bisa menghindari berbicara kasar, menghina, mengintimidasi orang, kemudian privasi dan keamanan, jangan mencuri atau menyebarkan informasi pribadi tanpa izin, bagaimana kita melindungi diri dan orang lain dari ancaman keamanan digital, kemudian nilai pendidikan dan kesadaran, jadi bagaimana kita berusaha memahami teknologi digital dan resikonya dengan terus belajar meningkatkan literasi digital, kemudian kredibilitas dan tanggung jawab, bagaimana kita berbicara dengan dasar fakta informasi yang akurat dan bagaimana kita menghindari tindakan ilegal, nah nilai etika yang lain adalah kepemilikan intelektual, ini harus dihargai juga, menghormati hak cipta dan hak kekayaan intelektual orang lain, jadi jangan menyalin atau menyebarkan karya orang lain tanpa izin, kalau ada beberapa tulisan sebaiknya kita kutip tulisan tersebut,” ujar Cecep.

Giliran narasumber kedua, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin, Ir.Erwin Ibrahim S.T.M.M.,M.BA.,I.P.U berbicara terkait budaya digital. Menurut Erwin, sebagai warga negara Indonesia kita harus menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan karakter dalam beraktivitas di ruang digital dengan cara menghormati perbedaan, berkomunikasi dengan sopan santun, membuat konten sesuai yang diajarkan Pancasila, serta menghindari hal-hal negatif karena terdapat rekam jejak digital yang akan berpengaruh di masa depan.

“Di dunia digital kita tidak boleh membuat konten yang bertentangan dengan agama, berbicara kotor, berbicara toxic, kemudian joget-joget tidak sesuai dengan ajaran agama, itu harus adik-adik perhatikan, karena kalau sudah di upload, ditonton oleh seluruh dunia bukan hanya Indonesia, dulu ada anak-anak SMP, mereka main-main pakai mukena joget-joget sambil sholat, nah akhirnya ditonton oleh jutaan orang dan kepala sekolahnya malu sehingga muridnya itu diberhentikan dari sekolah, orang tuanya malu, bahkan sampai hari ini kontennya masih ada, padahal sudah 10 tahun yang lalu, mungkin anaknya sudah tamat SMA, sudah bekerja, tapi konten yang dibuatnya tadi sampai sekarang masih ada, nah itu hati-hati,” jelas Erwin.

Selanjutnya, seorang presenter dan influencer, Reni Risti Yanti tampil menyampaikan bahwa kita harus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di dunia nyata maupun dunia digital. Kita juga harus melawan konten negatif dengan banyak membuat konten positif yang bernilai Pancasila sehingga konten negatif tersebut tersingkirkan. Reni menyarankan untuk membuat konten positif yang memiliki tujuan dan bernilai kebaikan, seperti berdasarkan hobi dan yang ada di sekeliling kita.

“Jadi mari teman-teman semangat terus untuk berkarya, semangat terus untuk menorehkan hal-hal yang positif, semoga obrolan pendek ini bisa diterima yang positifnya, dan mari buktikan kepada khalayak ramai, jangan cuma kita terpapar oleh dunia luar, terpapar oleh Korea misalnya, terpapar oleh hollywood, sehingga gaya kita bermedia sosial itu tidak selayaknya masyarakat Indonesia, tapi mari buktikan bahwa marwahnya masyarakat Indonesia tuh luar biasa, jadi kita itu akan dihormati, tidak hanya dihormati dan disegani di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya, itu si jangan sampai netizen Indonesia tuh selalu dianggap netizen yang paling tidak sopan ya karena udah dikeluarin juga tuh sama Microsoft penelitian itu,” kata Reni.

Di akhir sesi nobar, para peserta diberikan kesempatan mengajukan pertanyaan yang dijawab langsung oleh narasumber. Seluruh rangkaian acara dipandu oleh moderator Diny Brilianti.

Adapun Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Literasi Digital Kominfo, Youtube @literasidigitalkominfo serta website literasidigital.id.

Kontributor: Arif

Berita Terkait