Dorong Produktivitas Petani Milenial, Walikota Santoso Tekankan Koordinasi Antar Gapoktan

Selasa, 27/04/2021 - 12:36
Walikota Santoso Berikan Sambutan Pengarahan di Acara Peningkatan Kapasitas Petani Milenial (foto : Faisal NR / Klikwarta.com Blitar)

Walikota Santoso Berikan Sambutan Pengarahan di Acara Peningkatan Kapasitas Petani Milenial (foto : Faisal NR / Klikwarta.com Blitar)

Klikwarta.com Blitar - Ditengah derasnya arus globalisasi kehidupan, petani-petani milenial di kota Blitar ditekankan memaksimalkan komunikasi dan koordinasi antar gabungan kelompok tani (Gapoktan) agar hasil positif Gapoktan yang satu tertular kepada Gapoktan lainnya. 

Penekanan ini disampaikan Walikota Blitar Santoso saat dihubungi wartawan seusai membuka Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani Millenial, di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, Selasa (27/4/2021).

Optimalisasi koordinasi dan komunikasi menjadi krusial, menurutnya, saling tukar informasi antar Gapoktan menjadi modal penting bagaimana memunculkan motivasi baru bagi petani milenial untuk menuai hasil pertanian yang maksimal. Setelah itu, Santoso menyebut kepekaan petani dalam menyiapkan rencana penanaman juga jadi kunci keberhasilan petani itu sendiri.

"Tentunya komunikasi, koordinasi antar Gapoktan itu harus sering dilakukan. Sehingga nanti barangkali kesuksesan gapoktan satu bisa dikembangkan gapoktan lain. Jadi intinya saling tukar informasi, komunikasi dan koordinasi oleh gapoktan di dua puluh satu kelurahan di kota Blitar," jelasnya.

Menyinggung persoalan lahan pertanian yang terbatas, bagi Santoso ini tantangan bagaimana kota Blitar masih mampu menghasilkan produk-produk pertanian oleh petani, sehingga orientasi kuatnya ekonomi petani hingga kuatnya stok hasil pertanian daerah tetap terjaga dengan baik. Diakuinya, saat ini kota Blitar lahan pertaniannya hanya seluas kisaran 1.603 hektare. 

"Bagaimana dengan lahan yang sempit itu bisa diolah hingga menghasilkan yang lebih. Tentunya tadi juga mendapatkan bantuan peralatan dari Balitbang Pertanian, bagaimana mengecek tanah itu baiknya ditanam apa baik lahan kering lahan basah. Sehingga tidak semua tanaman itu ditanam, ndak," terangnya.

Bantuan alsintan dan kebutuhan pupuk, dikatakan Santoso juga tengah diupayakan Komisi IV DPR RI yang dalam hal ini kota Blitar diwakili Endro Hermono selaku anggota Komisi IV DPR RI, agar koordinasi dari DPR kepada pemerintah pusat terkait alsintan dan pupuk bisa segera direalisasikan. Untuk itu, ia optimis persoalan kelangkaan pupuk yang tidak ada di kota Blitar bisa dipertahankan, serta bantuan alsintan bisa diwujudkan. ADV 

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait