Tidak Melibatkan Komite Kepsek Juga Gunakan Kayu Bekas Dalam Rehab SMPN 13 Kaur

Sabtu, 16/11/2019 - 22:16
Kepala Sekolah SMPN 13 Kaur Albadadi
Kepala Sekolah SMPN 13 Kaur Albadadi

Klikwarta.com, Kaur - Pembangunan rehab berat ruang kantor dan ruang guru SMPN 13 Kaur dengan sistem pelaksanaan Swakelola melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2019 dengan paku anggaran Rp. 377.424.000,-. Namun sangat disayangkan diduga tidak melibatkan komite masih menggunakan limbah kayu pembongkaran sebagai pembuatan krangka plafon.

Saat di Konfirmasi diruang kerjanya, Kepala Sekolah SMPN 13 Kaur Albadadi membenarkan bahwa sebagian bahan pembuat plafon menggunakan kayu bekas.

"Iya kayunya ada yang dijadikan puntung diangkut ke rumah dan ada juga  kayunya masih kita manfaatkan, lebih kurang 2 kubik dan kita set (belah) kembali dan digunakan untuk kerangka plafon", jelasnya, Sabtu (16/11/2019).

Albadadi menambahkan, meskipun kayu untuk krangka plafon sudah dimasukan dalam  Rencana Anggaran Biaya (RAB) ia mengatakan hal tersebut bisa menghemat biaya.

"Paling tidak untuk mengirit biaya, kalau mau di ikutkan semua dalam RAB 'Kalu kite pule nombok' (Kalau Kita Pula Yang Nombok) dengan gaya bahasa daerah", ujar Albadadi dengan nada yang santai.

Dilain sisi saat dikonfirmasi dengan Sekretatis komite SMPN 13 Kaur  Muhtadin menjelaskan, selama pembangunan rehap gedung SMPN 13 Kaur pihak Komite tidak pernah dilibatkan.

"Kami dari komite tidak pernah dilibatkan, sekalipun sistem  kegiatannya dengan swakelola. Tiba-tiba sudah mulai bahkan infonya sekarang pembangunan lebih kurang sudah mencapai 70%", papar Muhtadin.

Bahkan Muhtadin mengakui selama ini komite tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan pembangunan rehap. 

"Setahu kami semuanya dikerjakan oleh kepala sekolah. Jadi wajar kami tidak mengetahui, apalagi terkait kayu limbah (kayu bekas) bangunan yang digunakan kembali untuk krangka plafon. Baguslah kalau begitu, intinya kami dari komite tidak dilibatkan apalagi kepsek masih gunakan kayu bekas, Mantap...!!", kata Muhtadin dengan nada menyindir. (Sulaiman)

peristiwa

tmmd

Related News