Agatha Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Green House Urban Farming

Jumat, 19/08/2022 - 17:14
Anggota Komisi B DPRD Jatim Fraksi PDI Perjuangan Agatha Retnosari saat meresmikan Green House Urban Farming Kelompok Tani Sri Rejeki Jitu yang berlokasi di Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Surabaya, Jumat (19/08/22).

Anggota Komisi B DPRD Jatim Fraksi PDI Perjuangan Agatha Retnosari saat meresmikan Green House Urban Farming Kelompok Tani Sri Rejeki Jitu yang berlokasi di Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Surabaya, Jumat (19/08/22).

Klikwarta.com, Jatim - Masyarakat perkotaan juga harus di didorong untuk ikut melakukan upaya upaya kongkrit dalam mewujudkan ketahanan pangan. Minimal bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya. Apalagi berkaca dengan kasus covid-19 yang sampai saat ini masih menjadi ancaman, ketahanan pangan sangat di perlukan. 

Urban Farming menjadi salah satu solusi nyata yang tidak memerlukan lahan yang luas untuk dapat mewujudkan ketahanan pangan khususnya bagi masyarakat perkotaan. Dan ini harus dikembangkan di perkotaan

"Apa yang ada di wilayah ini dengan pembuatan Green House, merupakan wujud nyata perjuangan bersama untuk ketahanan pangan di Kota Surabaya khususnya bagi masyarakat sekitar," ujar Anggota Komisi B DPRD Jatim Fraksi PDI Perjuangan Agatha Retnosari saat meresmikan Green House Urban Farming Kelompok Tani Sri Rejeki Jitu yang berlokasi di Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Surabaya, Jumat (19/08/22).

Menurut Agatha program ketahanan pangan melalui Green House Urban Farming yang ada di Kelompok Tani Sri Rejeki Jitu ini juga sesuai dengan instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Dimana Kader PDI Perjuangan diminta tidak hanya berdiam diri saja melihat banyak lahan kosong.

"Manfaatkan lahan tersebut untuk ketahanan pangan, agar anak-anak kita memiliki gizi yang baik untuk memberantas stunting," ujarnya.

Menurut Agatha, keberadaan Green House ini diharapkan mampu menunjang ketahanan pangan warga sekitar dan turut serta meningkatkan perekonomiannya melalui produk-produk yang dihasilkan nantinya. 

Agatha meminta kelompok Tani Sri Rejeki Jitu agar berinovasi sehingga produk yang dihasilkan dapat dikemas dengan menarik atau diolah lebih lanjut serta memiliki merek dagang sendiri. Dengan begitu, pendapatan Kelompok Tani Sri Rejeki Jitu dapat meningkat dan dapat mencegah adanya stunting untuk kepentingan perempuan, anak dan masyarakat.

Agatha berpesan juga kepada warga melalui Koordinator Kelompok Tani Sri Rejeki Jitu, Sri Rahayu bahwa Green House ini dapat dijadikan salah satu unit usaha PKK di wilayah ini. Dengan begitu, nantinya bisa menjadi salah satu sumber usaha bersama yang akan memberikan kemanfaatan perbaikan ekonomi warga.

"Yang lebih penting lagi untuk mewujudkan itu semua, mari kita terus bergotong royong untuk selalu mengembangkan Green House yang ada di kampung ini. Kira harus wujudkan tema kemerdekaan tahun ini, Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat!," pungkasnya.

Sementara itu petugas Penyuluh Lapangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Yusuf sangat mengapresiasi langkah warga kawasan Kedurus ini dengan green house urban farming.

"Ini sejalan dengan program Walikota Surabaya, Eri Cahyadi untuk menunjang ketahanan pangan warga Kota Surabaya. Kita di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya siap memberikan pendampingan," ujarnya.

Sekedar diketahui, masyarakat jalan Kedurus, Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Surabaya meresmikan green house untuk areal pertanian Urban farming. Melalui media hidroponik, kelompok tani warga yang bernama Kelompok Tani Sri Rejeki Jitu mampu menghasilkan berbagai macam sayuran di antaranya sawi, pakcoy, selada, samhong, dan terong.

(Pewarta: Supra)

Berita Terkait