Walikota Blitar Santoso Berikan Penjelasan Raperda Pengelolaan Keuangan Daerah di Forum Rapat Paripurna DPRD Kota Blitar (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)
Klikwarta.com, Blitar - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar menggelar rapat paripurna dalam agenda Penjelasan Walikota Blitar Atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Rabu (9/2/2022) di ruang Graha Paripurna DPRD Kota Blitar.
Rapat paripurna ini dipimpin Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim didampingi para wakil ketua. Turut hadir pada kegiatan ini Walikota Blitar, Sekda Kota Blitar, jajaran Forum Pimpinan Daerah, para kepala OPD dan anggota DPRD Kota Blitar.
Rangkaian kegiatan rapat paripurna dilaksanakan tetap menerapkan aturan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Para peserta terlihat memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir sebelum masuk ruang acara.
"Untuk itu lebih meningkatkan efektivitas dalam pengelolaan keuangan tentunya ini ada pengajuan raperda dari eksekutif. Dan ini sudah sesuai dengan propemperda yang sudah kita sampaikan ke provinsi, makanya ini masih relatif awal dan tadi dokumen reperdanya sudah disampaikan ke kita," kata Syahrul kepada Klikwarta.com setelah memimpin rapat paripurna.
Prinsipnya, lanjut dia, aturan-aturan pengelolaan keuangan daerah dibahas di dalam raperda pengelolaan keuangan daerah. Pansus yang diberikan tugas membahas raperda pengelolaan keuangan daerah bersama eksekutif penuturannya juga telah dibentuk dan disiapkan.
"Diharapkan nanti pengelolaan keuangan daerah menjadi efektif, transparan dan akuntabel. Minggu depan sudah rapat-rapat membahas, pansus juga sudah ada nanti dibahas bersama eksekutif," jelasnya.
Terpisah, Walikota Blitar Santoso mengatakan, fokus dari raperda pengelolaan keuangan daerah itu salah satunya mengatur pengelolaan keuangan penanganan Covid-19 seperti penekanan penyelesaian vaksinasi, hingga kebutuhan mendesak perihal mulai merebaknya virus Korona varian Omicron yang puncak penyebarannya diprediksi Maret tahun ini.
"Maka kita perlu ektra hati-hati apa yang sudah berhasil kita lakukan sebelumnya, jadi patokan penanganan Covid-19 gimana agar tidak terjadi gelombang ketiga," ungkapnya.
(Pewarta : Faisal NR)








