Koordinator Relawan Santri Nderek Kiai Jatim Wilayah Barat, Imam Makhruf
Klikwarta.com, Jatim - Relawan Santri Nderek Kiai tak permasalahkan ajakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) agar masyarakat tak memilih Paslon capres - cawapres yang didukung mantan terpidana teroris Abu Bakar Ba'asyir. Mengingat statemen Gus Ipul merupakan pernyataan pribadi, bukan atas nama PBNU.
"Kalau beliau ngomongnya pribadi kan tidak masalah. Setiap warga NU tidak apa-apa ngomong itu," ujar Koordinator Relawan Santri Nderek Kiai Jawa Timur bagian barat, Imam Makruf, dikonfirmasi, Jumat 19 Januari 2024.
Imam Makruf menegaskan, yang tidak diperbolehkan adalah kalau Gus Ipul membawa nama PBNU saat menyampaikan statmennya. Namun, kalau secara pribadi, siapapun boleh mengeluarkan pernyataan ke publik.
"Kalau bawa nama PBNU itu yang tidak boleh. Kalau pribadi-pribadi boleh saja ngomong gitu. Tidak masalah siapapun," tuturnya.
Pria yang duduk di kursi DPRD Jatim itu menyesalkan cawapres, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang mengaku kalau beliau yang kader NU asli. Imam Makruf menilai pernyataan Cak Imin tersebut tak realistis karena NU ada dimana-mana.
Mirisnya lagi, Cak Imin mengeluarkan pernyataan yang meminta Nahdliyin konsisten memilih AMIN dan meragukan ke-NU-annya kalau tidak mencoblos paslon nomor urut 01 adalah tidak benar. Ia menyebut Cak Imin tidak mengerti soal NU kalau memaksa Nahdliyin memilih AMIN.
"Itu tidak bener, itu tidak NU. Karena NU kembali ke khittah. NU tidak berpolitik. Karena NU ada dimana-mana. Berarti tidak ngerti NU. Kaya saya kalau ada menganggap tidak NU, padahal saya dibesarkan dari keluarga NU," tegasnya
Imam Makruf menjelaskan, NU tidak berpolitik bukan berarti menjadi golongan putih (Golput). Warga NU tetap mempunyai hak pilih dalam Pemilu.
"Warga NU baik yang duduk di struktural maupun tidak, boleh memilih karena beliau punya hak untuk memilih. Bukan berarti harus golput karena punya hak politik.Kalau beliau (masyarakat) pilih siapa, boleh saja," ucapnya.
Menurut politisi asal Partai Gerindra itu, hal yang terpenting adalah masyarakat harus benar-benar memahami pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang nantinya merugikan dan memusuhi NU.
"Yang penting jangan sampai memilih orang yang merugikan NU memungsuhi NU, jangan," pintanya.
Pewarta: Supra








