Imam Musanto saat berdialog dengan warga di Setu Asih Pulo, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kota Depok, Minggu (12/4)
Klikwarta.com, Depok - Permasalahan sampah di kawasan Setu Asih Pulo, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kota Depok, kembali menjadi perhatian publik.
Kondisi lingkungan yang kian memburuk dalam beberapa bulan terakhir tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat serta fungsi ekologis kawasan tersebut.
Menanggapi hal ini, Dr. (C) H. Imam Musanto, S.Pd., M.M., Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, turun langsung ke lokasi pada Minggu, 12 April 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi riil di lapangan sekaligus menyerap aspirasi warga yang terdampak.
Dalam dialog bersama warga, terungkap bahwa penumpukan sampah telah berlangsung sejak akhir tahun lalu dan semakin parah hingga menyebabkan aliran air terganggu. Bahkan, kondisi tersebut sempat memicu luapan air yang berisiko menimbulkan genangan dan memperburuk kualitas lingkungan.
Warga mengaku telah berupaya menyuarakan keluhan, termasuk melalui media sosial, namun respons yang diterima dinilai belum memadai.
Secara edukatif, persoalan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber. Sampah yang tidak tertangani dengan baik dapat menyumbat saluran air, memicu banjir, serta menjadi tempat berkembangnya vektor penyakit seperti nyamuk dan bakteri.

Selain itu, kawasan seperti setu atau danau kecil memiliki fungsi vital sebagai daerah resapan air, penyeimbang ekosistem, sekaligus ruang terbuka publik.
Imam Musanto menegaskan bahwa Setu Asih Pulo memiliki nilai strategis yang harus dijaga bersama. Selain dimanfaatkan sebagai destinasi wisata lokal, kawasan ini juga menjadi ruang aktivitas masyarakat seperti olahraga dan interaksi sosial. Oleh karena itu, kebersihan dan kelestariannya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi warga dengan mengoordinasikan permasalahan ini kepada dinas terkait di Pemerintah Kota Depok. Langkah ini diharapkan dapat mendorong penanganan yang lebih cepat dan terintegrasi.
Lebih jauh, ia mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari memilah sampah rumah tangga, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga memanfaatkan program bank sampah. Upaya kolaboratif ini dinilai penting agar permasalahan serupa tidak terus berulang.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Setu Asih Pulo dapat kembali berfungsi optimal sebagai ruang publik yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi warga sekitar.
(Kontributor : Arif)








