Buka Peluang Koalisi di 2024, Partai Demokrat dan Golkar Karanganyar Eratkan Silaturahmi

Selasa, 19/10/2021 - 12:08
Silaturahmi Kebangsaan DPC Partai Demokrat dan DPD II Partai Golkar Kabupaten Karanganyar.

Silaturahmi Kebangsaan DPC Partai Demokrat dan DPD II Partai Golkar Kabupaten Karanganyar.

Klikwarta.com, Karanganyar - Partai Demokrat di Kabupaten  Karanganyar akan tetap memegang komitmen dan konsisten sebagai salah satu partai pendukung pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Rober Christanto. 

Karenanya, Partai Demokrat Karanganyar juga memiliki tanggung jawab atau tugas untuk selalu mendukung kebijakan bupati dan wakil bupati Karanganyar tersebut, hingga akhir masa jabatan pada 2023.

Pernyataan itu disampaikan  oleh Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Karanganyar, Tri Hariadi, pada acara Silaturahmi Kebangsaan Partai Demokrat dan Partai Golkar, yang digelar di Kantor DPC Partai Demokrat  Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Senin (18/10/2021) sore.

Sebagai regenerasi kepemimpinan untuk Kabupaten Karanganyar  kedepan, dikatakan Tri Hariadi, Demokrat mempunyai pandangan bahwa sudah saatnya anak muda tampil  menjadi pemimpin. 

"Ini penting untuk regenerasi kedepan. Kebetulan Golkar di Karanganyar diketuai oleh anak muda. Meski saya tidak tahu arahnya, tetapi kami hanya melihat kalaupun nanti Ketua DPD Golkar Karanganyar memiliki peluang untuk maju  memimpin Karanganyar, itu merupakan suatu kebanggaan bagi saya pribadi sebagai ketua DPC Partai Demokrat, karena anak muda sudah mulai berani tampil  kedepan untuk menjadi pemimpin," ungkap Tri Hariadi kepada wartawan, di sela kegiatan itu.

Tri Hariadi menambahkan,  Demokrat bersama Golkar  juga akan selalu memegang teguh komitmen untuk terus memberi dukungan terhadap. kebijakan Bupati Karanganyar Juliyatmono sampai akhir masa jabatan pada 2023 mendatang.

"2024 nanti apakah Kabupaten  Karanganyar bakal dipimpin anak muda, kita juga belum tahu. Tetapi, kalkulasi daripada seorang politisi, ketua partai adalah pemikir termasuk dalam menciptakan peluang untuk investasi Pilkada. Kalau memang Pak Ilyas maju, secara pribadi saya selaku Ketua DPC Demokrat memandang ini sebagai 
regenerasi sekaligus momentum yang bagus dan  kami akan dukung," ujarnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, Perkara politik merupakan hal yang cair dan dinamis. Karenanya, diperlukan upaya  antara Demokrat dan Golkar agar dapat seiring dan seirama sehingga bisa menjaga sinergitas sampai dengan kontestasi politik 2024.

Disinggung terkait peluang koalisi untuk 2024, Tri Hariadi mengatakan, hal itu bisa saja dilakukan mengingat Demokrat dan Golkar saat ini pun mempunyai ideologi dan plafon yang sama sebagai partai koalisi pendukung Juliyatmono - Rober. Namun begitu, pihaknya juga masih melihat lebih lanjut bagaimana perkembangan nantinya.

"Sinergitas akan tetap kita pelihara. Tapi terlepas dari itu, politik itu cair dan dinamis. Jadi bagaimana kita bisa memelihara hubungan kedua partai ini untuk bisa berjalan terus sampai 2004. Karena tidak kita pungkiri, apa yang dilakukan Pak Juliyatmono - Rober prestasinya bagus," katanya. 

Menyoal bidikan untuk mengusung figur pemimpin muda, apakah di 2024 bakal  mengkolaborasikan antara pemimpin muda dari Golkar dengan pemimpin muda dari Demokrat, Tri Hariadi menandaskan hal itu tergantung bagaimana nantinya keputusan dari Golkar sebagai partai yang lebih besar.

"Itu ditanyakan pada Golkar dulu, karena Golkar adalah  partai besar, sementara Demokrat adalah partai yang belum besar tapi mau besar. 
Soal koalisi nanti, ya yang terpenting kita jagalah sinergitas yang selama ini sudah berjalan, itu kita jaga," jelasnya.

Menanggapi mengapa Demokrat tidak mencoba mengajukan calon pemimpin yang mungkin lebih kafabel dari internal partai sendiri, ia menampik jika hal itu dinilai suatu indikasi bahwa Demokrat tidak memiliki kader.

"Itung-itungan Pilkada itu itung - itungan yang realistis. Peta  politik bahwa persyaratan Pilkada itu adalah kursi. Jadi akan menjadi hal yang naif  jika misalnya Demokrat hanya punya 3 kursi lalu koar - koar soal pencalonan bupati dan wakil bupati. Maka seperti yang pernah saya sampaikan, kalau dibilang bercanda ya bercanda, kalau dibilang  serius ya serius. Kalau Golkar  bisa menggunakan 12 apalagi sampai 15 kursi, Demokrat bisa 7 kursi, maka tidak menutup kemungkinan. Tapi itu semua masih sebatas berandai - andai, karena tiketnya masih nanti di 2024," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Karanganyar, Ilyas Akbar Almadani, menyampaikan bahwa kedekatan Golkar  dengan Demokrat juga berhubungan erat dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang juga  memiliki hubungan baik di ranah DPP dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

"Dan hubungan baik di ranah DPP itu kita mengejawantahkan untuk terus membangun hubungan baik juga di tingkat kabupaten. 
Sehingga apapun nantinya, kan besok juga Pilpres dan juga Pileg terlebih dahulu. Sehingga jika di Pilpres nanti di ranah DPP ada kemungkinan koalisi antara Golkar dan Demokrat, maka juga tidak menutup kemungkinan di Pileg juga tentunya bisa bersinergi bersama. Intinya hanya satu visi, yaitu untuk memajukan Karanganyar," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ilyas memaparkan, Sudah sejak dari Pilkada 2018 antara Golkar dan Demokrat menjalin koalisi dan bersinergi. Ia menyebut, bahwa Demokrat lah partai koalisi yang paling pertama mendukung Juliyatmono - Rober ketika maju dalam Pilkada Kabupaten Karanganyar untuk periode 2018-2023. 

"Bahkan balihonya itu dibentangkan pertama kali di wilayah Bejen. Jadi tentu kita silaturohim untuk berkomitmen mensukseskan program Juliyatmono - Rober sampai akhir 2023, agar lima  program unggulan yang diharapkan masyarakat bisa terealisasi semuanya dan mendapatkan apresiasi yang tinggi dari masyarakat. Jadi tidak menutup kemungkinan soal koalisi. Karena tentu semua partai harus memiliki hubungan baik, tujuannya hanya untuk memajukan masyarakat Karanganyar," tandas Ilyas.

Saat ditanya apakah kemungkinan koalisi nantinya Golkar hanya akan melibatkan partai pengusung dan pendukung pemerintahan Juliyatmono - Rober Christanto. 

"Soal itu bisa iya dan juga bisa tidak. Karena (politik) itu dinamis," pungkas Ilyas. 

Sebagai informasi, Bupati Karanganyar, Juliyatmono terpilih dalam Pilkada Kabupaten Karanganyar untuk periode 2018-2023. Juliyatmono diusung Partai Golkar berpasangan dengan Rober Christanto, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Selain Golkar dan PDIP sebagai partai pengusung, ada enam partai pendukung lainnya. Yakni Partai Demokrat, PKB, PAN, PPP, Partai Hanura dan Partai Gerindra.

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Berita Terkait