Pasang Surut Hubungan, PKS dan Golkar Karanganyar Silaturahmi Sepakati Politik Kebangsaan

Jumat, 05/11/2021 - 22:02
Silaturahmi Kebangsaan DPD Partai Golkar dan DPD Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Karanganyar, Kamis (04/11/2021) malam.

Silaturahmi Kebangsaan DPD Partai Golkar dan DPD Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Karanganyar, Kamis (04/11/2021) malam.

Klikwarta.com, Karanganyar -  Selama hampir beberapa  tahun, hubungan antata Partai Golkar dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kabupaten Karanganyar dapat dikatakan  mengalami pasang surut.

Pasang surut hubungan antara kedua partai tersebut, terlihat sejak Pilkada 2008, dimana saat itu PKS dan Golkar  memiliki calon bupati masing - masing.

Di kontestasi Pilkada tahun 2013, koalisi PKS dan Golkar berhasil menghantarkan pasangan Yuliyatmono - Rohadi (Yuro) menjadi bupati dan wakil bupati hingga 2018.

Sementara di Pilkada 2018, hubungan antara kedua partai ini sempat renggang. Dalam kontestasi politik saat pilkada 2018, Partai Golkar memiliki perbedaan pandangan dengan PKS, yang sudah chemistry pada kepemimpinan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Rohadi Widodo pada periode sebelumnya.

Padahal keduanya merupakan kader terbaik kedua belah partai, baik Juliyatmono sebagai Ketua DPD II Golkar maupun Rohadi sebagai Kerua DPD PKS. Sejak Pilkada 2018, karena Golkar memboyong PDIP sebagai wakilnya, muncul istilah “ditinggal rabi” yang cukup populer pada masa kampaye Pilkada 2018.

“Hubungan PKS dan Golkar Karanganyar bisa dikatakan pasang surut, karena kita pernah satu visi dan juga berbeda visi,” ucap Ketua DPD PKS Karanganyar, Anwar Susilo, dalam sambutannya pada Silaturahmi Kebangsaan DPD Partai Golkar dan DPD Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Karanganyar, Kamis (04/11/2021) malam.

“Untuk Pilkada 2024 kami belum tahu, tapi peluang untuk koalisi terbuka. Silaturahim malam ini sebagai pintu membuka lembaran baru. Kami sambut dengan tangan terbuka dan dengan sepenuh hati, ” tandas Anwar.

Ditekankan, jika PKS tidak dapat memujudkan cita-cira partai, yakni mensejahterakan masyarakat tanpa berkolaborasi dengan partai lain.

Hal inilah yang menjadi persamaan visi dengan Partai Golkar yang salah satunya ingin mewujudkan kesejahteraan sosial. Kesejahteraan sosial dapat terwujud aalah satunya dengan harus kolaborasi dengan partai lain.

“Untuk mewujudkan kesejahteraan sosial, kolaborasi di parlemen ini sangat dibutuhkan sehingga kita bisa bersinergi. Adanya kolaborasi partai juga dapat menciptakan gagasan dan ide segar sehingga bisa ditawarkan ke masyarakat. Ini fungsi parpol yang dapat menawarkan kepada masyarakat,” ucap Ketua DPD Partai Golkar Karanganyar Ilyas Akbar Almadani.

Terkait peluang koalisi di Pilkada 2024, politisi muda Golkar ini tidak menjawab secara spesifik. Hanya saja menurutnya peluang tersebut juga terbuka bagi partai manapun.

“Di 2024 kita belum tahu. Yang jelas, pada intinya yang perlu digaris bawahi adalah semangat untuk bersinergi  menyejahterakan masyarakat umum dalam rangka membangun nation building, mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan kebaikan untuk semua. Karenanya silaturahim itu menjadi bagian kita sebagai  sesama anak bangsa untuk memajukan Kabupaten Karanganyar," pungkasnya.

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Berita Terkait