Tantangan Media Cetak dalam Era Jurnalistik Online

Kamis, 21/07/2022 - 12:10
ilustrasi

ilustrasi

Oleh: Nurhamidah Febriani

            Perkembangan teknologi ke arah serba digital semakin pesat, terlihat pada banyaknya penemuan baru tentang teknologi. Pada era digital sekarang ini, manusia secara umum memiliki gaya hidup baru yang tidak bisa dilepaskan dari perangkat yang namanya elektronik.

            Teknologi menjadi alat yang mampu membantu sebagian besar kebutuhan manusia. Peran penting teknologi membawa peradaban media cetak memasuki era digital. Era digital membawa berbagai perubahan yang baik sebagai dampak positif yang bisa digunakan.

            Namun dalam waktu yang bersamaan, era digital juga membawa banyak dampak negatif, sehingga dapat menjadi tantangan baru maupun sebuah peluang baru dalam kehidupan manusia khususnya bagi media cetak di era digital. Era digital terlahir dengan kemunculan digital, jaringan internet khususnya teknologi informasi komputer.

            Media baru era digital memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, yang bersifat jaringan atau internet. Media massa beralih ke media baru atau internet karena adanya pergeseran budaya dalam sebuah penyampaian informasi. Kemampuan media di era digital ini lebih memudahkan masyarakat dalam menerima informasi lebih cepat.

            Perkembangan media digital menjadi ancaman bagi surat kabar dan media cetak. Perkembangan internet yang pesat telah mendorong masyarakat untuk mengakses media digital dengan mudah melalui telepon genggam atau gadget. Media cetak terancam karena pembaca setianya cenderung beralih ke media digital.

            Dengan munculnya media online menjadi pesaing bagi media massa khususnya media cetak. Media cetak adalah suatu media statis yang mengutamakan fungsinya sebagai media penyampai informasi. Maka, media cetak terdiri dari lembaran dengan sejumlah kata, gambar atau foto dalam tata warna dan halaman putih, dengan fungsi utama untuk memberikan informasi atau menghibur.

            Media cetak juga merupakan suatu dokumen atas segala hal yang dikatakan orang lain dan rekaman peristiwa yang ditangkap oleh jurnalis dan diubah dalam bentuk kata, gambar, foto dan sebagainya. (Arianto 2009 :99).

            Media cetak saat ini semakin kurang pembaca, tidak hanya di kancah lokal dan nasional, di kancah internasional pun mulai bergejolak. Dimana media cetak yang tidak melakukan konvergensi mulai ditinggalkan pemiliknya akibat perkembangan teknologi informasi. Pada realitanya media cetak memang mulai ditinggalkan pembaca, sebab kalangan anak muda lebih suka membuka media massa melalui ponsel, komputer atau perangkat lainnya yaitu media online dibanding dengan membawa surat kabar.

            Perkembangan media online kini menjadi ancaman bagi surat kabar dan media cetak. Ini menunjukkan bahwa tantangan jurnalis terbesar di dunia digital. Media cetak terancam dan cenderung beralih ke media online. Kenyataan ini memang mengancam penerbit media cetak, namun media cetak memiliki ciri khas yaitu: jelas, lengkap dan berita rinci, selain itu selama berabad-abad, media cetak telah mengiringi perkembangan peradaban manusia, sehingga tidak mudah dilupakan.

                        Seorang jurnalis harus melihat dampak media online di media cetak, tentunya dengan keniscayaan era digital, jurnalis harus bisa untuk melihat sisi positif media online bagi media cetak.

            Untuk dapat bertahan, media konvensional harus mampu menjaga kredibilitas dan kepercayaan terhadap informasi yang disajikan. Kredibilitas dan kepercayaan masyarakat ini hanya dapat dibangun oleh semangat profesionalisme jurnalis yang menjunjung tinggi etika jurnalistik, yaitu menyajikan informasi faktual yang diverifikasi dengan baik. Ini adalah tawaran kuat bagi media cetak untuk mampu bertahan di industri media, khususnya media cetak jika tidak ingin dipinggirkan.

            Salah satu perubahan strategi yang harus dilakukan agar media cetak dapat bertahan adalah, harus dapat mendefinisikan dirinya dari media tersebut. Media cetak tidak bisa hanya dengan kertas. Kekuatan dan nilai tidak datang dari kontrol konten dan distribusi. Strategi lain yang dilakukan media cetak adalah dengan mengintegrasikan isi surat kabar menjadi tablet elektronik (nf).

Berita Terkait