Laga Amal untuk Bayu Sportivo, antara Persika Karanganyar melawan Tanon FC, di Lapangan Slogo, Tanon, Sragen, Jumat (13/5/2022).
Klikwarta.com, Sragen - Persika Karanganyar formasi 2021 memetik skor kemenangan 2-0 atas Tanon FC Sragen dalam Laga Amal untuk Bayu Sportivo di lapangan Slogo, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jumat (13/5/2022) sore.
Pada babak pertama, kapten kesebelasan Dimas Adi Tri Wibowo mencetak gol perdana bagi Persika lewat tendangan bebas yang ia ciptakan di menit ke-21. Sementara gol berikutnya bagi tim kebanggaan warga Kabupaten Karanganyar itu dicetak lewat tendangan Yogi Fernanda pada menit awal babak kedua.
Meski skuat pemain Tanon FC juga telah berupaya memberikan perlawanan yang cukup sengit, kedududan 2-0 tetap saja tak mampu mengubah kedudukan hingga peluit panjang berakhirnys pertandingan, dibunyikan.
Ditemui Klikwarta.com saat jeda pertandingan, salah satu pemain Tanon FC sekaligus koordinator penggalangan dana laga Amal, Edi Suyitno, mengatakan, pertandingan ini dimanfaatkan untuk menggalang donasi biaya pengobatan seorang pemain sepakbola asal Sportivo FC Gemolong Sragen, Bayu, yang sedang menderita penyakit tumor otak.
Sebelum didiagnosis dan dinyatakan menderita penyakit tumor otak, Edi menyebut, bahwa Bayu terjatuh hingga pingsan saat memperkuat Sportivo FC berlaga melawan salah satu tim di Kabupaten Sragen beberapa waktu lalu.
"Saat ini Bayu masih menjalani pengobatan di rumah sakit. Menurut informasi, apabila dalam bulan ini kondisi kesehatannya tidak kunjung membaik, maka harus dilakukan operasi untuk mengangkat penyakitnya. Sebagai bentuk solidaritas sesama pemain bola, kami menggalang dana dengan laga amal ini. Berapa pun hasilnya kami donasikan untuk membantu biaya pengobatan Bayu Sportivo, mengingat secara ekonomi keluarganya juga kurang mampu," ungkap Edi.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Karanganyar, Prihanto mengatakan, di samping untuk mengisi kekosongan aktifitas tim yang selama beberapa waktu ini vakum dan sembari menunggu Liga 3 PSSI kembali digelar, keikutsertaan Persika Karanganyar formasi 2021 dalam Laga Amal untuk Bayu Sportivo ini, tak lain adalah karena kepedulian terhadap sesama klub sepakbola untuk misi kemanusiaan.
Prihanto menegaskan, kendati posisi dirinya saat ini bukan lagi sebagai ketua atau manajer Persika, ia tetap memiliki tanggung jawab untuk kembali memanaskan mesin tim sepakbola tersebut.
"Selama beberapa waktu ini Persika kan vakum. Sedangkan ini menjelang Liga 3 mau diputar. Untuk mengisi kevakuman ini, maka saya selaku Ketua Askab PSSI Karanganyar hanya mengumpulkan semua pemain agar mesin tim Persika ini terpanaskan kembali dengan mengikuti pertandingan dengan klub-klub manapun. Salah satunya ya ikut laga amal ini," jelasnya.
Tak hanya dengan klub - klub sepakbola di Kabupaten Karanganyar, Prihanto bahkan berencana akan membawa Persika untuk berlaga ke Kendal, dalam waktu dekat ini.
"Tujuannya juga adalah untuk melihat apakah soliditas dalam sebuah tim masih dimiliki oleh para pemain Persika formasi 2021. Pemanasan mesin tim ini juga menjadi salah satu upaya untuk mengembalikan euforia masyarakat kepada Persika, yang pada tahun kemarin lolos 10 besar Liga 3 PSSI Zona Jawa Tengah," terangnya.
Prihanto menambahkan, keinginannya memanaskan kembali mesin tim Persika, bukan berarti dia berambisi untuk menakodai kembali tim berjuluk Singa Lawu itu. Melainkan, ini dilakukan sebagai rasa tanggungjawab dirinya selaku Ketua Askab PSSI Karanganyar agar Persika tak lagi mati suri.
Apabila nantinya Bupati Karanganyar Juliyatmono selaku pemilik klub Persika telah menunjuk ketua dan manajer yang baru, maka secara otomatis dirinya juga siap lepas dari Persika dan lebih fokus pada jabatannya sebagai Askab PSSI Karanganyar.
"Saya juga akan menyerahkan semua pemain hasil pembentukan formasi 2021. Kalau para pemain dari formasi lama itu masih dipakai ya silahkan, tapi kalaupun ketua maupun manajer Persika nantinya mau mencari pemain baru juga silahkan. Maka sekali lagi saya tegaskan, Posisi saya sebagai Ketua Askab PSSI Karanganyar hanya memanaskan mesin tim, bukan ingin menahkodai Persika. Semua kewenangan tetap ada dan kembali pada Bapak Bupati selaku pemilik Persika, bila beliau sudah menunjuk ketua dan manajer yang baru," tandas Prihanto.
Pewarta : Kacuk Legowo








