Tantangan dan Masa Depan Media Cetak Dalam Era Jurnalistik Online

Kamis, 21/07/2022 - 12:10
Merpati.web.id

Merpati.web.id

Oleh: MUHAMMAD SYAHRUL RAMADHAN/Politeknik Negeri Jakarta

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi dalam generasisaat ini telah membawa banyak perubahan besar terhadap industri komunikasi yang memungkinkan terjadinya konvergensi media dengan menggabungkan antara media massa konvensional dengan teknologi komunikasi.

Hal ini bisa dilihat pada media cetak besar yang ada di negara Indonesia yang memanfaatkan teknologi komunikasi dengan cara membuat portal berita online. Konvergensi media inilah yang dapat melahirkan jurnalisme baru, yaitu jurnalisme online.

Jurnalisme online merupakan proses penyampaian informasi atau pesan dengan menggunakan internet sebagai titik medianya, sehingga dapat mempermudah jurnalis dalam melakukan tugasnya.

Mayortitas orang pada zaman sekarang ini lebih banyak menyukai hal-hal yang instan, mudah dan cepat dicari. Dengan demikian, apapun informasi yang ingin dicari, mereka hanya mengklik sesuka mereka dalam media online, kapanpun dan dimanapun berita yang ingin mereka lihat dapat disajikan dengan mudah dalam media online saat ini.

Perkembangan pada zaman sekarang media cetak telah didukung dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Sehingga membawa perubahan pada bagian bentuk, format, struktur, dan model dari iklan tersebut, akan tetapi perkembangan teknologi tidak mempengaruhi atau mengubah isi dari suatu iklan yang muncul di media.

Di sisi lain, media cetak juga berkembang di masyarakat Indonesia, antara lain koran, majalah, booklet dan brosur, handbill atau flyer (sebaran atau edaran), billboard, press release, dan buku. Tetapi pada era digital seperti ini, ternyata malah bertolak belakang dengan media cetak.

Bahkan di Indonesia sendiripun media cetak terkenal telah banyak yang dihentikan penerbitannya seperti, Harian Bola, Jakarta Globe, Sinar Harapan, Harian Jurnal Nasional, dan sebagainya.

Banyaknya ancaman bagi media cetak pada era digital ini memang tidak bisa dihindari lagi. Maka dari itu, untuk menghadapi era digital seperti ini, media-media online di Indonesia memang harus aktif dalam melakukan riset agar tidak habis oleh zaman.

Tantangan terbesar jurnalis di era informasi digital identik dengan persaingan antara media mainstream dan media baru dalam hal ini. Untuk dapat mempertahankannya, media konvensional juga harus mampu menjaga kredibilitas dan kepercayaan terhadap informasi yang disajikan.

Kredibilitas dan kepercayaan masyarakat ini hanya dapat dibangun oleh semangat profesionalisme jurnalis yang menjunjung tinggi etika jurnalistik, yaitu untuk menyajikan informasi faktual yang telah diverifikasi dengan baik.

Lalu bagaimana perkembangan industri media cetak lokal yang bertahan sampai sekarang ini? Budaya dan kearifan lokal suatu wilayah dapat menjadi informasi yang bermanfaat sebagai bentuk melestarikan kearifan lokal. Media lokal merefleksikan keragaman masyarakat, khususnya dalam dimensi wilayah, politik, agama, etnis, budaya, dan kearifan lokal. (*)

Berita Terkait