Kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia-Ukraina Demi Ciptakan Perdamaian

Kamis, 30/06/2022 - 16:34
Presiden RI Ir H Joko Widodo saat bertemu Presiden Ukraina Zelenskyy. Foto: (twiter@jokowi)
Presiden RI Ir H Joko Widodo saat bertemu Presiden Ukraina Zelenskyy. Foto: (twiter@jokowi)

Oleh : Abimanyu Mahardika )*

Kunjungan yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo secara langsung ke Rusia dan Ukraina merupakan sebuah langkah berani. Kedatangan Presiden Jokowi tersebut juga diharapkan dapat segera mengakhiri konflik dan menciptakan perdamaian global.

Belakangan ancaman krisis ekonomi dunia bahkan bisa dikatakan sudah mulai dirasakan, terjadi inflasi di beberapa negara dan juga terjadi pula tragedi krisis bahan pangan. Salah satu hal utama yang menjadi pemicu terjadinya kejadian tersebut adalah konflik yang terjadi diantara Rusia dan Ukraina yang masih belum menemukan titik akhirnya hingga sekarang.

Karena tidak menginginkan hal tersebut terus menerus terjadi dan berlarut-larut, akhirnya Presiden Joko Widodo membuat sebuah terobosan yang cukup berani, yakni langsung berkunjung ke Rusia dan Ukraina dalam kapasitasnya sebagai Presiden G20, yang mana merupakan inisiatif langsung untuk segera terciptanya perdamaian antara kedua belah pihak.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan meski ditengah situasi yang serba sulit seperti sekarang ini, namun Presiden Jokowi tetap akan melakukan kontribusi bagi perdamaian karena mengemban amanah juga sebagai Presidensi G20. Selain itu Indonesia sendiri merupakan salah satu anggota dari Champion Group dari Global Crisis Response Group yang telah dibentuk oleh PBB. Sehingga memang beliau tidak akan tinggal diam ketika melihat ada negara yang terus terlibat dalam konflik. Presiden Jokowi telah tiba di Ukraina pada 29 Juni 2022 dan telah bertemu dengan Presiden Ukraina Zelensky.

Langkah yang dilakukan Presiden Jokowi mendapat apresiasi besar dari Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana. Dirinya menyatakan bahwa terjadinya perang antara Rusia dan Ukraina sudah sangat berdampak buruk pada banyak pihak, bahkan negara-negara yang sama sekali tidak ada kaitannya pun turut menanggung dampak negatif dan juga perekonomian global menjadi terguncang akibatnya.

Selain untuk menanggulangi terjadinya krisis pangan dan krisis ekonomi dunia, kunjungan yang dilakukan oleh Presiden RI ke-7 tersebut juga merupakan sebuah inisiatif dari Indonesia yang menunjukkan bahwa NKRI akan selalu terlibat secara aktif dalam menjaga ketertiban dunia yang telah diamanahkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan telah menjadi cita-cita luhur para pendiri Bangsa sejak negara ini didirikan.

Selanjutnya yang menjadikan kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia dan Ukraina menjadi sebuah hal luar biasa adalah karena dengan tegas menunjukkan bagaimana cerminan dari adanya politik luar negeri yang bebas dan aktif ditunjukkan oleh Indonesia di mata dunia. Sama sekali Indonesia bukanlah negara yang berpihak pada satu sisi sama sekali sehingga tidak akan pernah memberikan bantuan berupa senjata ataupun operasi militer khusus.

Hikmahanto menyatakan dengan tegas bahwa keberpihakan Indonesia adalah pada perdamaian dunia serta bagaimana caranya untuk bisa mengakhiri terjadinya tragedi kemanusiaan, yang mana menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat peduli akan hak asasi manusia.

Apresiasi juga diberikan oleh Anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP, TB Hasanuddin yang menyatakan bahwa kunjungan kenegaraan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi ke Rusia dan Ukraina merupakan sebuah hal yang positif bagi diplomasi perdamaian serta memang sudah sepatutnya untuk didukung penuh.

Pasalnya menurut Hasanuddin, dengan adanya kunjungan yang dilakukan oleh Presiden RI itu tentunya nanti akan mampu mendorong supaya konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina bisa mereda dan bahkan mampu untuk menjadi jembatan solusi damai diantara keduanya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa akibat yang terjadi ketika kedua negara tersebut terlibat konflik adalah harus ditanggung oleh negara lain bahkan seluruh dunia. Pasalnya konflik kedua negara tersebut telah menciptakan gangguan atas stabilitas harga komoditas seperti minyak mentah serta beberapa bahan pangan langsung terganggu ketersediaannya di tingkat global. Contohnya saja harga gandum dan juga minyak goreng menjadi langsung meroket karena ketersediaan pasokan yang sangat menipis.

Maka dari itu intervensi Indonesia  untuk mendorong terciptanya resolusi konflik Rusia dan Ukraina perlu mendapat dukungan seluruh komponen bangsa. Dengan adanya kunjungan Presiden Jokowi ke daerah konflik tersebut, tensi ketegangan antara Rusia-Ukraina dapat mereda dan stabilitas global dapat terjaga.

)* Penulis adalah pemerhati hubungan internasional

Related News