Ilustrasi.net
Oleh : Ria Dwi Fratiwi
Pemilu atau pemilihan umum, memang sudah tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat, dimana para kandidat sangat berantusias untuk menduduki kursi tersebut. Dalam pemilu yang akan berlangsung bulan April mendatang, masyarakat melibatkan diri, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan segenap pikiran dan emosi. Para pendukung masing-masing kandidat memberikan dukungan dengan segala bentuk kreativitas yang dimiliki, akan tetapi masing-masing pihak melancarkan serangan agar dapat memberikan kesan buruk terhadap kandidat lain dengan tujuan agar masyarakat mengalihkan suaranya kepada calon yang diusung. Hal itu membuat pemilu jauh dari kesan bermartabat.
Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menemukan banyak berita hoax yang tersebar di media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dari awal masa kampanye sampai sekarang. Penyebarannya semakin cepat dan masif dengan mengggunakan teknologi informasi, penyebaran berita hoax di pemilu merupakan suatu fenomena yang timbul ditengah masyarakat, ini berpotensi menciptakan disintegrasi dan memecah belah Bangsa Indonesia. Jika ujaran kebencian ini terus dibiarkan berkembang dalam melakukan perdebatan politik, tentunya akan menimbulkan perpecahan dan keberagaman di masyarakat.
Sebagai masyarakat kita harus cerdas membedakan mana berita asli dan mana berita hoax, perhatikan dari mana berita berasal dan siapa sumbernya, apakah dari institusi resmi, seperti KPK/POLRI. Sebaiknya jangan cepat percaya apabila informasi berasal dari penggiat ormas, tokoh politik, dan cek keaslian foto, cara mengecek keaslian foto bisa memanfaatkan mesin pencari google, yakni dengan melakukan drag and drop ke kolom pencarian google images, hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat diinternet sehingga bisa dibandingkan. Jika kita bisa melawan berita hoax tersebut, maka pemilu akan berlangsung dengan damai.
Pemilu damai merupakan keinginan semua pihak, pemilu sebagai instrumen demokrasi dan upaya membangun perubahan kondisi bangsa yang lebih baik menjadi penting maknanya bagi bangsa indonesia yang masih berada dalam kondisi memprihatinkan kini. Kandidat pemilu dalam menepati janji-janji politiknya untuk melaksanakan kampanye secara damai, tertib, aman, dan lancar, berkompetensi secara sehat dan meminimalisir intervensi dan politik kotor yang bisa merusak suasana.
Untuk mencapai pemilu yang sukses memang tidak mudah, harus lebih proaktif dalam banyak hal khususnya berkaitan dalam setiap agenda pemilu, dan pemilu yang bermartabat, pemilu yang demikian itu, dalam konteks indonesia merupakan demokrasi yang harus memperkuat NKRI, harus mensejahterakan, berkhidmat dalam arti takut akan Tuhan dan menjunjung tinggi nilai kemanusian menurut hukum. Oleh karena itu, untuk menuju pemilu dan demokrasi bermartabat, yaitu pertama, harus memahami pentingnya pemilu. Hal ini penting terus disosialisasikan pihak terkait seperti KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu baik melalui tatap muka seperti diskusi, seminar dan lain sebagainya ataupun melalui media cetak, medsos atau media lain yang memungkinkan dapat menyampaikan arti penting pemilu, yang terjadi jangan justru pihak calon yang sering bersosialisasi dengan memasang baliho, gambar, dan poster dijalan. Kedua, mengenali kandidat secara baik, hindari provokasi atau adu domba antar pemilih apalagi menyebar hoax, dan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebagai bentuk partisipasi dan tanggung jawab bersama.
Karena pemilu adalah agenda bersama, dimana kedaulatan berada ditangan rakyat, maka menjadi wajib hukumnya secara perorangan untuk dapat menyalurkan suara dengan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) .








