Mentrans Iftitah
Klikwarta.com, Jakarta, 29 Juni 2026 - Batam kembali menjadi perhatian dunia. Setelah berkembang sebagai salah satu pusat industri dan logistik nasional, perusahaan teknologi Australia Firmus Technologies bersama NVIDIA kini berencana mengembangkan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) berskala besar di Batam. Proyek tersebut direncanakan akan menempatkan sekitar 170.000 GPU generasi terbaru, yang diproyeksikan menjadi salah satu klaster komputasi AI terbesar di Asia Tenggara.
Bagi Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, perkembangan tersebut bukan sekadar rencana investasi baru, melainkan sinyal semakin kuatnya kepercayaan investor global terhadap masa depan Barelang.
Menurut Mentrans Iftitah, rencana masuknya investasi teknologi kelas dunia menunjukkan bahwa Barelang semakin diperhitungkan sebagai salah satu kawasan ekonomi strategis Indonesia yang memiliki daya saing, konektivitas, dan prospek pembangunan jangka panjang.
“Ketika investor kelas dunia mulai memilih Batam sebagai lokasi rencana investasinya, itu menunjukkan Barelang memiliki fondasi yang semakin kuat sebagai kawasan ekonomi masa depan,” kata Menteri Iftitah.
Ia secara khusus mengapresiasi sinergi antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra yang dinilainya berhasil memperkuat kepercayaan terhadap Barelang sebagai kawasan investasi yang semakin kompetitif.
Menurutnya, rencana pengembangan infrastruktur AI oleh perusahaan teknologi global tersebut menunjukkan bahwa Batam semakin dipercaya sebagai tujuan investasi bernilai tambah tinggi. Kepercayaan itu, lanjutnya, harus terus dijaga melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, BP Batam, Pemerintah Kota Batam, serta seluruh pemangku kepentingan.
“Investor datang karena melihat masa depan sebuah kawasan. Tugas pemerintah adalah memastikan masa depan itu dibangun di atas fondasi yang kuat, kolaboratif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Mentrans Iftitah menegaskan bahwa keberhasilan sebuah kawasan tidak lagi ditentukan semata oleh luas kawasan industri atau besarnya investasi yang masuk. Yang jauh lebih penting adalah kemampuannya membangun ekosistem yang terintegrasi, mulai dari industri, pelabuhan, logistik, teknologi, permukiman, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan arah transformasi transmigrasi yang kini berfokus pada pembangunan kawasan ekonomi terintegrasi. Transmigrasi tidak lagi dipandang semata sebagai perpindahan penduduk, melainkan sebagai instrumen untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu membuka lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pengalaman Barelang menunjukkan bahwa ketika pembangunan kawasan dikelola secara konsisten dan terintegrasi, kepercayaan investor akan tumbuh. Pada akhirnya, tujuan kita bukan sekadar menghadirkan investasi yang lebih besar, tetapi memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutup Menteri Iftitah.
(Kontrihutor : Arif)








