Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti
Klikwarta.com, Jakarta - Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah berlangsung khidmat di Masjid Baitut Tholibin, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dengan tajuk Hijrah untuk Indonesia Maju, Guru Besar FISIP Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Prof. Din Syamsuddin, mengajak para jemaah untuk menjadi insan penggerak bangsa Indonesia dengan membangun karakter gotong royong, kolaborasi, dan rasa solidaritas.
Dalam ceramahnya, Prof. Din menjelaskan makna hijrah yang dapat terwujud melalui membiasakan salat sebagai fondasi kehidupan, beribadah dengan memahami hakikatnya, bekerja keras hingga menghasilkan karya nyata yang bermanfaat, menjalin persahabatan dan kepedulian sosial, bergotong royong membangun masyarakat, percaya diri menghadapi berbagai tantangan, serta berkontribusi mewujudkan peradaban yang maju bagi kehidupan dunia dan akhirat.
“Ibadah yang dijalankan dengan benar sejatinya melahirkan etos kerja, integritas, produktivitas, serta kepedulian sosial. Oleh sebab itu, penting bagi kita sebagai umat Islam menjadi pribadi yang mandiri, selalu bekerja keras, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar,” ungkap Prof. Din Syamsudin, di Jakarta, Senin (6/7).
Makna hijrah menurutnya merupakan titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik guna mewujudkan Indonesia yang lebih maju. Arti kemajuan juga tidak cukup hanya sebatas pergantian waktu, namun juga harus diwujudkan melalui pola pikir, karakter yang kuat, dan budaya kerja yang lebih baik.
Lebih lanjut, ia memandang cita-cita Indonesia Maju dapat terwujud apabila seluruh masyarakat berani melakukan hijrah dalam arti yang sesungguhnya. Dengan menjadikan keimanan sebagai kekuatan, Prof. Din menilai umat Islam dapat menjadi salah satu kekuatan utama yang mendorong bangsa Indonesia yang semakin maju, berdaya saing, dan bermartabat.
“Setiap individu maupun institusi harus terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Arti kemajuan hanya dapat dicapai apabila setiap insan memiliki tekad untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang menghambat perkembangan dan menggantinya dengan budaya yang lebih produktif,” tutur Prof. Din.
Kemendikdasmen Berikan Beasiswa Pendidikan*
Selain ceramah oleh Prof Din Syamsudin, Tausiah Muharam 1448 H juga diisi dengan pemberian beasiswa UPZ Kemendikdasmen secara simbolis kepada perwakilan para penerima beasiswa dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK serta penyerahan apresiasi kepada peserta khitanan massal berupa uang tunai, paket tas sekolah, dan alat tulis.
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, menilai semangat kolaborasi yang terjalin dalam penyelenggaraan kegiatan ini menjadi cerminan budaya gotong royong dan soliditas keluarga besar Kemendikdasmen dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa. Kehadiran Prof. Din dalam Tausiah Muharam 1448 H dinilainya sebagai elemen penting dalam memperkuat nilai-nilai spiritual pegawai sekaligus membangun semangat kebersamaan di lingkungan tiga kementerian.
Kepada para jemaah Masjid Baitut Tholibin, Menteri Abdul Mu’ti menyampaikan sebuah hadis Nabi Muhammad SAW sebagai pengingat akan pentingnya menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Seorang muslim sejati adalah mereka yang menyelamatkan muslim lainnya dari lisan dan tangannya, dan orang yang berhijrah adalah mereka yang meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT.
“Saya mengajak seluruh jajaran kementerian untuk senantiasa menjaga sikap, ucapan, dan perilaku dalam menjalankan tugas, serta menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Mendikdasmen.
Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, beserta segenap keluarga besar Kemendikdasmen, Kementerian Kebudayaan, serta Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi. (**)








