Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, saat meresmikan hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 di SD Negeri 05 Kecamatan Pontianak Timur, Kalimantan Barat, pada Kamis (25/6).
Klikwarta.com, Pontianak Timur, 26 Juni 2026* - Langkah nyata pemerataan kualitas pendidikan terus berlangsung di provinsi Kalimantan Barat. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali membenahi wajah sekolah agar menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman dan ramah teknologi. Pembenahan sarana dan prasarana ini bertujuan agar semangat murid dalam belajar semakin meningkat. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat meresmikan hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 di SD Negeri 05 Kecamatan Pontianak Timur, Kalimantan Barat, pada Kamis (25/6).
Menurut Menteri Mu’ti, revitalisasi merupakan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto untuk membangun dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, lingkungan pendidikan yang nyaman, dan secara fisik memberikan lingkungan agar anak-anak kita lebih bersemangat dalam belajar.
“Revitalisasi ini bukan tujuan akhir, tetapi bagian dari usaha, bagian dari kebijakan yang keluarannya pada peningkatan mutu pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia," ujar Mendikdasmen.
Selain pembaruan dalam semangat belajar, program revitalisasi ini juga membawa dampak di masyarakat. Melalui mekanisme swakelola bersama Tim Pembangunan Persiapan Satuan Pendidikan (P2SP), proyek ini memberdayakan masyarakat sekitar dan orang tua murid sebagai tenaga kerja. Pendekatan konsep swakelola tidak sekadar menghasilkan bangunan yang aman dan kokoh, melainkan juga memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat sekitar sekolah serta menumbuhkan rasa memiliki yang kuat terhadap sekolah dari komunitas lokal.
Sejalan dengan revitalisasi fisik sekolah, Kemendikdasmen juga memperkuat transformasi pembelajaran melalui penyediaan _Interactive Flat Panel_ (IFP), peningkatan kompetensi guru, serta pelaksanaan pembelajaran mendalam (_deep learning_).
Dampak program tersebut mulai dirasakan oleh SD Negeri 05 Kecamatan Pontianak Timur. Sebelum direvitalisasi, bangunan sekolah yang telah berusia tua memiliki pencahayaan, sirkulasi udara, dan fasilitas pembelajaran yang terbatas sehingga belum sepenuhnya mendukung pelaksanaan pembelajaran. Sekarang, suasana sekolah telah berubah.
“Para siswa kini datang dengan wajah gembira dan rasa bangga yang tinggi terhadap sekolah. Para guru kini bekerja dengan ketenangan dan kenyamanan yang lebih besar sehingga mereka sepenuhnya dapat mencurahkan perhatian pada pembelajaran dan pembentukan karakter para siswa," ujar Bona Ventura, Kepala SD Negeri 05 Kecamatan Pontianak Timur saat acara peresmian revitalisasi.
Menurut Bona, revitalisasi satuan pendidikan lebih dari sekadar pembangunan fisik. Masyarakat sekitar sekolah juga merasakan efek positif terhadap peningkatan ekonomi mereka.
“Bagi warga sekolah, revitalisasi ini tidak hanya berdiri tegak, tetapi menjadi bukti bahwa pemerintah hadir dalam membangun pendidikan hingga ke ruang yang paling kecil,” katanya.
Pada skala nasional, revitalisasi ini terus berlanjut. Tahun 2025 telah selesai revitalisasi 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dengan tingkat penyelesaian 100%. Tahun 2026, pemerintah menargetkan revitalisasi 11.744 satuan pendidikan melalui APBN. Presiden Prabowo Subianto memberikan tambahan lagi program revitalisasi sejumlah 60.000 satuan pendidikan. Total sekolah yang akan memperoleh revitalisasi pada tahun ini mencapai 71.744 satuan pendidikan.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang ikut membersamai Menteri Abdul Mu’ti dalam peresmian, mengatakan bahwa Pemerintah Kota Pontianak secara konsisten mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi dan pembangunan sekolah. Menurutnya, upaya tersebut diperkuat melalui program revitalisasi dari pemerintah pusat yang telah menjangkau 15 satuan pendidikan pada 2025 dan berlanjut ke 12 satuan pendidikan pada 2026, sehingga total 27 sekolah memperoleh revitalisasi. Ia menargetkan pada 2029 sebanyak 95 persen sarana dan prasarana sekolah negeri di Pontianak berada dalam kondisi baik dan representatif.
Edi menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci percepatan peningkatan mutu pendidikan, termasuk dalam penguatan fasilitas pembelajaran berbasis digital. Di sisi lain, Pemkot Pontianak juga terus mengatasi tantangan daya tampung peserta didik dengan mendukung sekolah swasta dan madrasah melalui hibah tahunan serta menyiapkan lahan untuk pengembangan fasilitas pendidikan baru. (*)








