Bupati Natuna Akui Sampai Detik Ini Belum ada Maskapai Pengganti Pesawat NAM Air 

Rabu, 07/05/2025 - 18:50
Bupati Natuna, Cen Sui Lan

Bupati Natuna, Cen Sui Lan

Klikwarta com, Natuna - Jasa transportasi pesawat udara NAM Air yang melayani rute penerbangan dari Natuna-Batam- Jakarta dan Jakarta-Batam-Natuna di rencanakan akan berhenti beroperasi pertanggal 10 Mei 2025.

Tentunya hal ini menimbulkan berbagai tanggapan dan reaksi dari masyarakat Natuna. Termasuk rencana maskapai pengganti yang akan masuk ke Natuna. 

Bupati Natuna, Cen Sui Lan mengatakan sampai detik ini belum ada pernyataan resmi dari maskapai transportasi udara dari manapun yang akan masuk untuk Kabupaten Natuna maupun dalam waktu dekat.

Saat di temui diruang kerjanya. Lantai ll Kantor Bupati Natuna. Jl. Batu Sisir Desa Sungai Ulu Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Rabu 08/05/2025.

Cen Sui Lan menekankan bahwa saat ini Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Natuna sudah menyurati Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan  maskapai NAM Air terkait permasalahan tersebut. 

"Namun sampai detik dan juga hari ini Pemerintah Daerah masih menunggu tindak lanjut dari permohonan tersebut.," Ucap Cen Sui Lan.

"Maka dari yang perlu di pahami oleh  masyarakat bahwa transportasi pesawat rute menuju Natuna merupakan proses kompleks yang melibatkan banyak pihak yang merupakan mitra dari Pemerintah. Sehingga ada beberapa prosedur yang harus dijalankan.,"Tegas Cen Sui Lan.

Dan saya juga berharap agar masyarakat agar masyarakat dapat bersabar, karena pemerintah daerah sedang berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan solusi terbaik didalam permasalahan tersebut. 

Cen Sui Lan juga akan terus membangun komunikasi dengan lembaga vertikal daerah hingga pusat agar permasalahan ini menjadi perhatian kita bersama. 

Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna juga akan menjadwalkan audiensi ke pihak terkait agar aksesbilitas orang dan barang menuju Natuna tidak terhambat. 

Selain mendorong adanya maskapai pengganti, pemerintah daerah juga harus memastikan bahwa harga penyedia jasa transportasi udara dapat dijangka oleh masyarakat Natuna. 

Akses transportasi harus berjalan lurus dan juga bersama dengan pembangunan karena untuk kemajuan daerah sangat ditentukan seberapa mudah wilayah dapat dijangkau.

"Selain terbatasanya akses transportasi akan sangat berpengaruh pada proses jalanya pembangunan, dan khususnya berkurangnya daya tarik investor serta berkurangnya kunjungan di sektor wisata.,"Tutup Cen Sui Lan.

(Pewarta : Ilham)

Berita Terkait