Nursiva Karim Jalani Prosesi Momeati, Selasa (7/7/2026)
Klikwarta.com, Gorontalo – Suasana penuh khidmat dan rasa syukur menyelimuti prosesi Selamatan Pembaiatan (Momeati) yang dijalani Nursiva Karim, putri pertama Moh. Rudolf, di Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Selasa (7/7/2026).
Acara tersebut dihadiri keluarga besar Karim, Yusuf, Nanole, dan Abas, serta kerabat dari berbagai daerah di Gorontalo. Kehadiran mereka menjadi wujud dukungan dan doa bagi Nursiva Karim yang telah memasuki usia akil balig.
Dalam tradisi masyarakat Gorontalo, Momeati merupakan prosesi adat yang dipadukan dengan ajaran Islam. Prosesi ini menjadi simbol penyucian diri sekaligus peneguhan keimanan, di mana seorang anak perempuan yang telah beranjak dewasa mengucapkan ikrar, kalimat syahadat, serta berkomitmen untuk menjaga kehormatan dan menjalankan tuntunan agama.
Moh. Rudolf mengatakan, tradisi tersebut merupakan warisan budaya yang memiliki makna mendalam dan patut terus dilestarikan oleh generasi muda.
"Momeati merupakan tuntunan Islam yang dilaksanakan melalui adat istiadat Gorontalo. Tradisi ini menjadi penanda bahwa seorang anak telah memasuki usia akil balig sekaligus diingatkan untuk senantiasa menjaga akhlak, kehormatan, dan keimanannya," ujar Moh. Rudolf.

Ia berharap prosesi adat seperti ini tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Gorontalo sebagai upaya menjaga nilai-nilai agama dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
"Nursiva Karim adalah harapan keluarga. Kami berdoa semoga ia tumbuh menjadi pribadi yang salehah, mampu menjaga kesucian diri, serta kelak menjadi perempuan yang membanggakan keluarga, agama, dan daerah," tambahnya.
Menurutnya, keluarga besar Karim berkomitmen untuk terus melestarikan adat dan tradisi keagamaan Gorontalo sebagai bagian dari identitas budaya yang memperkuat nilai kebersamaan serta mempererat tali silaturahmi antarkeluarga.
Rangkaian acara berlangsung penuh kekeluargaan. Doa bersama, prosesi adat, serta kebersamaan seluruh keluarga menjadi gambaran kuat bahwa tradisi Momeati masih hidup dan terus dijaga di tengah perkembangan zaman.
Di akhir acara, Moh. Rudolf menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh keluarga besar Karim, Yusuf, Nanole, dan Abas yang telah hadir serta memberikan doa dan dukungan.
Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada Oma Welda Karim beserta seluruh keluarga yang telah membantu sehingga prosesi Selamatan Pembaiatan Nursiva Karim dapat berlangsung dengan lancar.
"Semoga segala kebaikan, bantuan, dan doa yang diberikan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT. Semoga seluruh keluarga senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, kemudahan rezeki, dan selalu berada dalam lindungan-Nya," tutup Moh. Rudolf.
(Kontributor : Arif)








