Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Beri Tali Asih ke 62 Perempuan Inspirati
Klikwarta.com, Surabaya - Semangat Hari Kartini 2026 terasa kuat di DPRD Jatim. Peringatan tahun ini diwujudkan dengan aksi nyata: pemberian tali asih kepada 62 perempuan inspiratif dari berbagai profesi dalam acara “Kartini Masa Kini” di lobi DPRD Jatim, Selasa (21/4/2026).
Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni menegaskan, kemajuan Jawa Timur tak lepas dari peran perempuan.
“Semangat Kartini masa kini membuat saya paham kenapa Jatim bisa terus maju. Karena dipimpin sosok perempuan hebat, energinya nyambung dengan Kartini-Kartini hebat di bawahnya,” ujar Sri Wahyuni saat membuka acara.
Di hadapannya, puluhan perempuan hadir dengan pakaian profesi masing-masing. Ada guru, tenaga kesehatan, polwan, Kowad, Kowal, jaksa, atlet, jurnalis, pelaku UMKM, hingga pekerja informal seperti ojek online, petani, nelayan, dan penjual jamu. Perempuan difabel, seniman, hingga OB wanita juga mendapat apresiasi.
“Semangat Kartini bukan sekadar sejarah. Mereka yang hadir di sini bukti nyata perempuan berkontribusi dengan dedikasi dan ketulusan bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” tegas Sri.
Sri Wahyuni, politisi Partai Demokrat itu, menegaskan DPRD Jatim berkomitmen mendorong kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan perempuan, perlindungan hak, serta peningkatan kualitas hidup perempuan di daerah.
“Pergi berlayar menuju seberang, Angin berhembus membawa harapan. Terima kasih kepada semua yang telah datang, Semoga Kartini terus hidup dalam setiap perjuangan,” ucapnya menutup sambutan.
Sekretaris DPRD Jatim Ali Kuncoro menambahkan, sehari sebelumnya Dharma Wanita Persatuan DPRD Jatim juga menggelar lomba battle pantun dan peragaan busana.
“Kemarin battle pantun, hari ini kita undang 62 Kartini masa kini untuk diberi bingkisan dan tali asih langsung oleh pimpinan dan anggota perempuan DPRD Jatim,” kata Ali.
Menurutnya, kegiatan ini bukan seremoni tahunan semata, tapi cara menghidupkan gagasan Kartini tentang kemandirian dan kesetaraan.
“Kita ingin mengenang bahwa Kartini bermimpi wanita Indonesia bisa berdikari, memperoleh kesetaraan, dan punya kemampuan yang berdaulat,” jelasnya.
Peringatan Hari Kartini 2026 menjadi pengingat perempuan bukan hanya bagian dari sejarah, melainkan penggerak masa depan. Perempuan adalah subjek aktif yang ikut menentukan arah perjalanan Republik.
Menyertakan perempuan dalam pembangunan bukan sekadar kebijakan afirmatif. Itu adalah kesadaran atas harkat dan martabat manusia, sekaligus pilihan tepat untuk menguatkan daya bangsa Indonesia. (**)








