Tekan Harga Pangan, DPRD Desak Pemprov Jatim Buat Terobosan Produksi Pertanian

Senin, 07/03/2022 - 19:16
Anggota Komisi B DPRD Jatim, Agus Dono Wibawanto

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Agus Dono Wibawanto

Klikwarta.com, Surabaya - Menjelang bulan Ramadhan harga bahan pokok biasanya melonjak karena kebutuhan meningkat. Selain operasi pasar, Pemprov Jatim didesak membuat terobosan kebijakan dalam produksi pertanian untuk menekan harga pangan menjelang Ramadhan.

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Agus Dono Wibawanto, menegaskan, operasi pasar seharusnya yang digelar Pemprov Jawa Timur harus tepat sasaran. Dengan begitu, masyarakat miskin benar-benar menikmati kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri.

“Operasi pasar perlu tapi tidak hanya temporer. Kalau benar ingin masyarakat menikmati, harus dijalankan dan kantong-kantong yang dilakukan operasi pasar harus benar-benar masyarakat miskin", pintanya.

Politisi Partai Demokrat itu menjelaskan, harga pangan naik karena permintaan melonjak. Sedangkan produksi di petani tidak naik secara signifikan.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 juga menurunkan produksi pertanian, karena dipengaruhi banyak faktor. Dengan begitu, hasil pertanian di Jatim seperti padi dan kedelai tidak bisa meningkat tajam.

“Jadi gini kami sejak awal sudah mengimbau pemprov dan kabupaten/kota. Mendekati ramadhan harga akan tetap naik. Pandemi sudah dua tahun, banyak peternak dan petani modalnya tergerus karena produksi tidak terserap,” tuturnya.

Selain menggelar operasi pasar, Pemprov Jatim harus melakukan terobosan kebijakan, sehingga produksi pertanian di Jatim meningkat tajam. Akibatnya barang kebutuhan pokok yang permintaannya meningkat bisa dipenuhi oleh petani.

Mantan ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim itu berharap agar program yang berhubungan dengan masyarakat menengah ke bawah segera digelontorkan agar masyarakat bisa berproduksi. Dengan produksi besar-besaran, maka harga di bulan ramadhan bisa stabil.

"Mumpung masih ada waktu maka masyarakat harus tetap berproduksi besar-besaran,” pungkasnya.

Seperti diketahui, harga beberapa komoditas seperti kedelai dan minyak goreng melambung tinggi di Jatim. Kondisi itu membuat masyarakat mengalami kesulitan. Diantaranya UMKM yang memproduksi tahu dan tempe yang harus kesulitan berproduksi karena tidak adanya bahan baku.(*)

Berita Terkait