Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP (foto : Faisal NR / Klikwartacom)
Klikwarta.com | Kota Blitar - Politisi PDIP Arteria Dahlan meminta Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, menugaskan Propam Mabes Polri untuk menyelidiki dan memeriksa kinerja institusi Polres Blitar Kota yang saat ini dipimpin AKBP Leonard M Sinambela.
Ini ditegaskannya setelah insiden penggrebekan Posko Arteria Dahlan Center di kota Blitar pada Minggu (06/12/2020).
"Saya meminta agar Pak Kapolri menghadirkan Propam Mabes Polri, terkait juga untuk memeriksa apakah kerja-kerja kepolisian Blitar Kota sudah berjalan sebagaimana aturan hukumnya. Posko Arteria Dahlan Center itu adalah Rumah Partai yang harus dijaga kepentingan hukumnya maupun dijaga kehormatannya," jelasnya, Jumat (11/12/2020).
Arteria juga mengutuk keras aksi anarki, aksi kontra demokrasi, aksi ugal-ugalan, aksi koboi yang dilakukan oknum polisi bersama Ketua Bawaslu Kota Blitar yang memaksa masuk ke Posko Arteria Dahlan Center pada itu.
"Hari Minggu itu Polisi dan Bawaslu mencoba menerobos masuk, mengaku dari Kepolisian dengan begitu lantangnya. Yang Ketua Bawaslu juga begitu, tidak paham hukum, sambil mengatakan 'mana calonnya, mana calonnya' gitu. Kemarin itu, rapat koordinasi yang dihadiri seluruh pengurus ranting, anak ranting dan cabang se kota Blitar. Mereka semua ber-SK sebagai pengurus PDI Perjuangan. Konsolidasi internal partai ini wajib hukumnya, bahkan sampai detik berakhirnya masa pungut hitung. Tidak ada larangan untuk itu," urainya.
Akibat insiden tersebut, pihaknya merasa dirugikan lantaran waktu itu tidak ada aktivitas kampanye.
"Bayangkan saja, kami yang dianggap berhubungan mesra/baik dengan teman-teman keluarga besar Polri, tiba-tiba digeruduk sama polisi dengan alasan adanya perbuatan pelanggaran pemilu," ungkap anggota Komisi III DPR RI F-PDIP ini.
"Saya minta betul Pak Kapolri, Abang Idham Aziz untuk menindak tegas. Saya mendapatkan informasi dan arahan partai untuk melakukan upaya korektif terkait dengan kepemimpinan Kapolres Blitar Kota, Pak Leo. Kami ingin dikoreksi juga Kasat Intelnya karena gak mungkin anak buah jalannya liar. Saya 90 persen mainnya sama polisi, gak ada polisi yang bergerak tanpa sepengetahuan atasan. Kami mohon ini ditindak, diberi sanksi," pungkasnya.
(Pewarta : Faisal NR)








