Walikota Santoso Nilai Koperasi Lebih Eksis Ketika Dihantam Ekonomi yang Krisis

Senin, 23/05/2022 - 21:09
Walikota Blitar Santoso Saat Berikan Sambutan Pengarahan Dalam Pelatihan Perkoperasian oleh DinkopUMNaker Pemkot Blitar

Walikota Blitar Santoso Saat Berikan Sambutan Pengarahan Dalam Pelatihan Perkoperasian oleh DinkopUMNaker Pemkot Blitar

Klikwarta.com, Blitar - Walikota Blitar Santoso menilai perkoperasian di Kota Blitar relatif eksis meski dampak pandemi Covid-19 merusak sendi-sendi sektor ekonomi hingga ke titik krisis.

Dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan besar lain khususnya lembaga pembiayaan, ternyata bagi Santoso koperasi menjadi tempat yang produktif untuk merangsang pelaku ekonomi kreatif terus bergerak positif. Pada akhirnya, perputaran ekonomi dari koperasi kepada masyarakat dapat ditopang bahkan mampu menembus sektor UMKM.

"Koperasi dipandang oleh pemerintah karena dinilai eksis ketika dihantam badai ekonomi. Banyak ekonomi dari perusahaan-perusahaan besar yang tumbang, akan tetapi koperasi mampu bertahan. Perputaran ekonomi tetap berjalan dan anggota tetap eksis, sehingga mampu menopang ekonomi masyarakat sampai pada level UMKM," ungkapnya saat membuka pelatihan perkoperasian DAK Non Fisik Peningkatan Kapasitas Koperasi dan UKM (PK2UKM) tahun 2022, di Wisma Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Kota Blitar, Senin (23/5/2022).

Pantauannya saat ini, banyak UMKM makin berkembang produktivitasnya setelah bergabung dengan koperasi. Ini menjadi bukti setelah koperasi juga memberikan pembinaan yang cukup disamping fasilitasi pembiayaan permodalan. 

Melalui kesempatan ini juga, Santoso menegaskan peran dan fungsi koperasi memang untuk menjaga perekonomian negara yang artinya melingkupi berbagai lapisan masyarakat hingga kelas bawah.

"Oleh karena itulah keberadaan koperasi tetap dipertahankan, karena memang peran dan fungsinya dalam rangka menjaga ekonomi negara sangat penting sampai pembinaan kebawah," tukasnya.

Menyinggung koperasi bank sampah, ini juga butuh dikelola dengan baik dan tepat. Kelompok-kelompok tertentu dari koperasi bank sampah kedepan tidak boleh diberikan pelatihan saja, namun aksi pembinaan yang berkelanjutan mesti digalakkan.

"Keberadaan koperasi bank sampah lebih memiliki nilai manfaat di kelompoknya masing-masing. Tidak hanya pelatihan saja, tetapi perlu ada pendampingan. Jadi pasca pelatihan, nanti akan didampingi oleh petugas dari dinas koperasi, supaya pendirian dari bank sampah yang bergabung dengan koperasi benar-benar punya nilai manfaat bagi kesejahteraan anggotanya," pungkasnya. 

 

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait