BGN Usulkan Penerima MBG Tepat Sasaran, Cahyo Harjo Prakoso : Jangan Mengklasterisasi Murid Sesuai Ekonomi

Selasa, 28/07/2026 - 09:48
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso saat meninjau lokasi, Senin (27/7/2026).

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso saat meninjau lokasi, Senin (27/7/2026).

Klikwarta.com, Jatim - Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, mengapresiasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Perak Utara III/60 Surabaya. Ia menilai program berjalan baik karena adanya koordinasi kuat antara sekolah, pemerintah kota, dan penyedia layanan.

"kita berkesempatan mengunjungi SDN Perak Utara 3 yang disini ada sekitar 305 murid, dan semuanya mendapatkan program MBG dan kami lihat tadi bagaimana program MBG yang terlaksana disini sangat baik," ujar Cahyo saat meninjau lokasi, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan itu tidak lepas dari peran Kepala Sekolah beserta jajaran, Dinas Pendidikan Kota Surabaya, dan komunikasi aktif dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Ini tidak lepas bagaimana koordinasi antara Ibu Kepala Sekolah beserta Seluruh Jajaran dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang terus mendampingi dan mengawal dan juga komunikasi aktif dengan pihak SPPG," katanya.

Cahyo juga memuji kinerja SPPG Pelabuhan Tanjung Perak yang hadir bersama tim saat peninjauan. "Kebetulan ini Kepala SPPG juga hadir bersama tim bagaimana ini sangat luar biasa sekali, menunya bagus, packagingnya juga oke dan pengirimannya selalu on time infonya," ujarnya.

Cahyo menegaskan DPRD Jatim berkomitmen mengawal dan mengevaluasi program MBG agar terus disempurnakan. Baginya, tujuan utama program ini adalah investasi negara untuk generasi penerus.

"Tujuan utama dari program ini adalah bagaimana negara ingin menginvestasikan programnya untuk kepentingan pembangunan generasi penerus kita. Ketika anak-anak kita perutnya kenyang, gizinya berkualitas, makanannya higienis, maka mereka akan meningkat kualitas hidupnya," jelas Cahyo.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas hidup generasi muda akan berdampak pada kualitas tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi ke depan, khususnya di Kota Surabaya.

Menanggapi usulan evaluasi penerima manfaat MBG agar lebih tepat sasaran, Cahyo menilai hal itu baik. Namun ia mengingatkan agar tidak sampai menimbulkan pembedaan di sekolah.

"Kalau tidak salah memang statement dari wakil kepala BGN bagaimana beliau menyampaikan akan betul-betul dievaluasi penerima manfaatnya bagi kami ini sesuatu yang baik, bagaimana dengan adanya postur anggaran yang ada ini betul-betul tepat sasaran," ucapnya.

Politisi asal Partai Gerindra itu menegaskan, dalam distribusi MBG tidak boleh memilih-milih status penerima berdasarkan ekonomi keluarganya. Efisiensi atau ketepatan sasaran dari program MBG tentu akan menjadi evaluasi bersama.

"Kita tidak boleh memilih-milih, mana yang murid ekonomi baik, ekonominya rendah sama saja kita mengklasterisasi atau membedakan anak-anak murid kita di setiap sekolah," tegasnya.

Sementara Kepala SPPG Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Ichda Afifatul Rahma, menjelaskan distribusi MBG disesuaikan dengan jam sekolah. 

"Untuk distribusi MBG sendiri kita melihat dari jam anak-anak sekolah, jadi kita koordinasi terlebih dahulu dengan guru-guru. Jadi untuk mulai dari distribusinya kita sudah mulai dari jam 7 pagi, itu yang kloter pertama dan untuk kloter keduanya di jam 10," ujarnya.

Ia menyebut menu disusun bervariasi setiap hari dan menerima masukan dari sekolah serta siswa. 

"Beberapa memang dari sekolah dan juga murid-murid memberikan masukan saran untuk menu dan kami terima, setelah itu kami diskusikan juga, karena makanan bergizi gratis ini juga terkait dengan gizinya," kata Ichda.

Soal porsi, Ichda memastikan sudah dibedakan sesuai usia. Sejauh ini tidak ada kendala pengiriman karena komunikasi dengan sekolah berjalan lancar.

"Untuk porsi kecil ini dari kelas 1 sampai kelas 3 dan untuk porsi besarnya dari kelas 4 sampai kelas 6 dan juga kelas 10," jelasnya.


Kepala SDN Perak Utara III/60 Surabaya, Umi Solikah, mengaku hingga saat ini pelaksanaan MBG tidak ada kendala. Hal itu terlihat antusias anak-anak ketika menerima MBG.

 "Sekarang di sini kebetulan dari tim SPPG Tanjung Perak tidak ada kendala semuanya tepat waktu dan sampai saat ini tidak ada masalah apapun terjadi," katanya.

Umi berharap ke depan anak-anak bisa lebih mengenal dan menyukai sayur melalui program ini. 

"Harapan kedepannya karena memang anak itu diharapkan bisa merasakan berbagai macam sayuran karena memang berbagai macam sayuran ini kadang-kadang membuat masalah. Ini adalah sesuatu yang harapan yang luar biasa kita berharap anak-anak mencintai sayuran," pungkasnya.

Tags

Berita Terkait