Jalan Baru Kemanunggalan di Kaki Gunung Lawu

Senin, 10/11/2025 - 08:07
"Dua warga Bandardawung sedang melihat Tugu Prasasti TMMD Reguler ke-126 tahun 2025 Kodim 0727/Karanganyar, di desa Bandardawung kecamatan Tawangmangu kabupaten Karanganyar"

"Dua warga Bandardawung sedang melihat Tugu Prasasti TMMD Reguler ke-126 tahun 2025 Kodim 0727/Karanganyar, di desa Bandardawung kecamatan Tawangmangu kabupaten Karanganyar"

Klikwarta.com, Karanganyar - Inilah Gunung Lawu. Tempat kabut bertemu tanah, menyimpan kesuburan abadi. Setiap pagi, denyut kehidupan di desa Bandardawung, kecamatan Tawangmangu, kabupaten Karanganyar, selalu mengikuti ritme alam, namun bagi para petani, satu hal mendominasi hidup yaitu Menunggu. Mereka menunggu perbaikan yang belum juga tiba.

Bertahun-tahun, akses jalan yang terjal dan rusak telah menjadi belenggu yang menghimpit hasil jerih payah warga. Biaya logistik membengkak, dan potensi desa yang sejatinya kaya sulit berkembang. Hasil panen sayuran kerap rusak dan memar dalam perjalanan, mengurangi nilai jual secara signifikan.

"Bertahun-tahun kami mendambakan jalan yang layak. Kalau jalan mulus, hasil panen kami tidak rusak, harga jual kami naik. Itulah harapan terbesar kami," ujar salah seorang warga Bandardawung.

Realita ini hanya bisa diubah oleh satu kekuatan: Kemanunggalan. Koptu Kartiko, Babinsa desa Bandardawung yang akrab dengan kondisi setempat, menanggapi kondisi tersebut sebagai sebuah tugas pengabdian. "Saya tahu persis kondisi Bandardawung. Kebutuhan warga sudah seperti PR buat saya. Saya berharap ada jembatan dan jalan yang benar-benar bisa menyatukan desa ini dengan impian mereka," tuturnya.

Inilah Kabupaten Karanganyar, Bumi Intanpari, yang visinya tidak akan sempurna tanpa pemerataan pembangunan. Bandardawung, yang menyimpan sejarah spiritual dan menjadi lumbung pangan di kaki Lawu, membutuhkan infrastruktur yang memadai. Potensi alam menjanjikan kekayaan, namun keterbatasan akses terus menghimpit. Inilah prioritas yang harus segera dijawab.

Jawaban atas harapan warga Bandardawung diawali dengan langkah kecil namun tegas. Keputusan besar selalu diawali dengan langkah kecil. Jajaran Makodim 0727/Karanganyar melakukan verifikasi lapangan, meninjau langsung kondisi di Desa Bandardawung.

"Setelah kami meninjau langsung, kami menyimpulkan bahwa akses jalan, jembatan, dan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) adalah prioritas utama. Ini adalah urgent call yang harus kami jawab segera," tegas Dandim Karanganyar Letkol Kav Dhanang Prasetyo Kurniawan (selaku Dansatgas TMMD).

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-126 di desa Bandardawung lahir dari verifikasi lapangan dan perencanaan berbulan-bulan. Setelah perencanaan matang, TMMD ke-126 resmi dimulai dengan upacara pembukaan dan pemukulan Kentongan.

Tak lama setelah komitmen diresmikan, saatnya aksi nyata dimulai. Prajurit dan masyarakat bertemu di titik nol pembangunan. Prajurit TNI memanggul cangkul dan sekop, berbaris menuju lokasi sasaran. Di sini, batas lebur. Kebersamaan menjadi modal utama, menanti fajar pertama pekerjaan besar.

Sasaran utama TMMD ke-126 adalah pembangunan jalan rabat beton. Di lapangan, pangkat dan jabatan lebur. Hanya ada satu seragam: Seragam Gotong Royong. Militer yang berjaket loreng dan warga Bandardawung saling membantu mencampur semen. Keringat bercampur debu, menandai sinergi yang tanpa sekat.

"Progres fisik jalan rabat beton melampaui target. Ini bukti nyata sinergi dan etos kerja gotong royong, tantangan terbesar justru menjadi motivasi kami, karena warga bekerja bahu-membahu dengan prajurit." ujar Dandim di lokasi proyek yang sedang berjalan

Di tengah kerasnya pekerjaan fisik, waktu santai menjadi investasi kemanusiaan. Prajurit dan warga duduk melingkar, makan bersama di teras gubuk sederhana, ngobrol, dan bercanda. Di sinilah batas dan sekat benar-benar lebur, menjadikan Satgas TMMD bukan lagi tamu, melainkan bagian dari keluarga.

Kemanunggalan juga menyentuh aspek paling personal, rumah dan kesehatan. Program TMMD menyasar pembangunan RTLH bagi warga kurang mampu.

"Saya tidak pernah menyangka rumah saya akan sebagus ini  dan bisa mandi dengan nyaman di dalam," ujar warga, penerima bantuan, dengan mata berkaca-kaca haru.

Setiap tetes keringat adalah janji untuk Bandardawung yang lebih baik. Selain jalan, pipanisasi air bersih dan perbaikan jembatan/talud dilakukan. Jembatan bukan lagi pemisah, tapi penghubung impian, kesehatan, dan pendidikan. Suara air mengalir deras dari pipa baru, dan tawa anak-anak terdengar saat melangkah di jembatan yang kokoh.

Kemanunggalan tidak hanya bicara beton dan besi, namun juga sentuhan hati dan pikiran.

Ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana hadir dalam aksi nyata bakti sosial: berbagi sembako dan melayani di dapur umum TMMD, memberikan sentuhan kehangatan yang melengkapi pembangunan fisik.

Selain itu, TMMD meninggalkan pemahaman yang utuh melalui sasaran non-fisik: penyuluhan tentang bahaya narkoba dan pentingnya literasi digital. Wajah-wajah warga yang serius menyimak menunjukkan betapa ilmu juga menjadi kebutuhan mendasar.

Prajurit TNI juga berinteraksi dengan anak-anak SD di tenda/kelas terbuka. TMMD tidak hanya meninggalkan beton yang kuat, ia juga membuka jendela ilmu. Inilah warisan terbesar: masa depan yang cerah berlandaskan ilmu dan buku.

TMMD Regular ke-126 telah selesai. Puncak kegiatan ditandai dengan upacara penutupan dipimpin Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Andi Kusuma mewakili Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat, yang sekaligus meresmikan hasil pembangunan TMMD ke-126.

Brigjen Andi Kusuma menegaskan, TMMD merupakan wujud komitmen TNI Angkatan Darat untuk hadir di tengah masyarakat dan menjadi solusi atas berbagai tantangan pembangunan di daerah.

”Melalui TMMD, TNI berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat ketahanan sosial, dan memperkokoh kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Kalau ada kegiatan di wilayah pegunungan, silahkan koordinasikan dengan kami (TNI), kita akan laksanakan bersama,” ujar Kasdam IV/Diponegoro.

Setelah penandatanganan komitmen, peresmian hasil dilakukan dengan pemotongan pita di depan jalan baru yang mulus. Sorak-sorai senang dari warga dan pejabat saat pita terpotong menjadi simbol janji yang telah ditepati. Momen emosional perpisahan antara prajurit dan warga desa menunjukkan bahwa Manunggal tidak mengenal kata usai. Ia adalah ikatan batin yang abadi.

Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kerja sama luar biasa antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, TMMD menjadi bukti nyata bahwa sinergi lintas sektor mampu mempercepat pemerataan pembangunan hingga pelosok desa.

“TMMD bukan hanya tentang membangun jalan atau jembatan, tetapi membangun semangat dan harapan baru bagi masyarakat. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI yang telah hadir di tengah rakyat, membantu mewujudkan impian warga Bandardawung. Inilah contoh nyata semangat Sesarengan Mbangun Karanganyar,” ujar Bupati Rober Christanto.

Dari atas, jalan baru itu terlihat membentang panjang, membelah kontur Desa Bandardawung. Kami datang, kami membangun, kami kembali, dan kami tinggalkan harapan yang kini punya jalan nyata.

Bersama Rakyat TNI Kuat.

Berita Terkait