Kasus Penyerangan di Mertodranan Solo: 12 Orang Diamankan, 8 Diantaranya Jadi Tersangka

Jumat, 21/08/2020 - 05:34
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak saat menggelar Konferensi Pers di Mapolresta Surakarta terkait perkembangan kasus intoleran dan penyerangan di Kampung Mertodranan Solo.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak saat menggelar Konferensi Pers di Mapolresta Surakarta terkait perkembangan kasus intoleran dan penyerangan di Kampung Mertodranan Solo.

Klikwarta.com, Solo - Polresta Surakarta kembali menangkap dua pelaku terkait kasus intoleran dan penyerangan berujung penganiayaan terhadap sekumpulan warga disaat acara Midodareni di Kampung Mertodranan, Pasar, Kliwon, Solo, Jawa Tengah yang terjadi beberapa waktu lalu.

Penangkapan terhadap dua pelaku baru tersebut merupakan pengembangan atas tertangkapnya otak aksi penyerangan, yakni tersangka BD alias BA yang juga diketahui sebagai admin Group WhatsApp yang dengan sengaja menghasut, mengumpulkan massa hingga menentukan titik lokasi penyerangan, sebagaimana sebelumnya telah dirilis Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ahmad Luthfi.

Klik: Polresta Surakarta Tangkap 2 Terduga Pelaku Penyerangan Acara Midodareni di Pasar Kliwon Solo

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak saat menggelar konferensi pers terkait perkembangan kasus tersebut pada Kamis (20/08/2020), di Mapolresta Surakarta kepada wartawan mengatakan kedua pelaku baru tersebut yakni berinisial S alias J dan AN alias H. 

Keduanya berhasil ditangkap di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Kamis (20/08/2020) dini hari. S dan AN sempat melarikan diri usai peristiwa penyerangan itu, keduanya pun telah beberapa kali berpindah lokasi ke daerah Jogja, Karanganyar hingga akhirnya dapat dibekuk aparat kepolisian di wilayah Klaten.

"Sebelumnya telah kami rilis bahwa telah ditetapkan sebagai tersangka enam orang dalam aksi kekerasan yang terjadi. Dan kembali, pada dini hari tadi pukul 02.15 WIB, polisi berhasil menangkap dua tersangka lainnya. Yaitu atas nama S alias J dan yang kedua adalah AN alias H. Dimana kedua tersangka berhasil ditangkap di daerah Klaten, setelah beberapa kali melarikan diri atau berada di tempat persembunyiannya di Jojga, Klaten maupun sempat juga ke Karanganyar," ungkap Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

s

Lebih lanjut, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan, selama dalam pelarian, S dan AN bahkan sempat berupaya mengelabuhi petugas dengan merubah penampilan. Adapun peran kedua pelaku tersebut dikatakan terlibat langsung dalam aksi kekerasan.

"Dimana perannya adalah ikut bersama - sama dengan tersangka lainnya yang sudah kita lakukan penangkapan, yaitu datang ke TKP dan melakukan perbuatan melawan hukum dengan kekerasan maupun ancaman kekerasan agar orang lain tidak melakukan sesuatu, termasuk kejahatan untuk menghasut dan mengajak pelaku lainnya untuk melakukan aksi kekerasan bersama - sama terhadap orang maupun barang," beber Kapolresta Surakarta. 

Terhadap kedua tersangka itu, dikatakan Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, kini sudah dilakukan penahanan di Rutan Polresta Surakarta serta dapat dikenakan Pasal 160 dan atau Pasal 335 KUHP.

Klik: 5 Pelaku Ditangkap Polisi, Otak Penyerangan di Kampung Mertodranan Solo Masih Diburu

Dengan penangkapan ini, maka tersangka telah menjadi delapan orang, dimana di antaranya telah selesai pemberkasan dan menunggu pihak kejaksaan. Sementara, terhadap ratusan lainnya masih diburu oleh petugas gabungan kepolisian.

"Total hingga saat ini, ada delapan orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dimana lima berkas sudah rampung di penyidikan dan dikirimkan pada Jumat kemarin ke Kejari Kota Surakarta dalam rangka penelitian berkas perkara," tambah Kapolresta Surakarta. 

Dari serangkaian tindakan penangkapan terhadap para pelaku. Termasuk 8 orang yang kini menjadi tersangka, polisi berhasil mengamankan sebanyak 12 orang pelaku.

"Adapun dari 12 orang yang telah diamankan, sebanyak 8 orang diantaranya kini telah ditetapkan menjadi tersangka," pungkasnya. 

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Related News