Papan Interaktif Digital Hadirkan Fun Learning untuk Murid SMAN 2 Cibinong

Kamis, 08/10/2026 - 22:31
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, mendampingi Menko PMK, Sugiono, saat melakukan kunjungan kerja di SMA Negeri 2 Cibinong, Kab. Bogor, pada Rabu (7/10)

Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, mendampingi Menko PMK, Sugiono, saat melakukan kunjungan kerja di SMA Negeri 2 Cibinong, Kab. Bogor, pada Rabu (7/10)

Klikwarta.com, Kabupaten Bogor, 8 Oktober 2026 - Pembelajaran di kelas tidak lagi terbatas pada apa yang dituliskan guru di papan tulis. Dengan dukungan teknologi, murid dapat mengeksplorasi materi secara visual, mengeksplorasi berbagai sumber belajar, hingga mengerjakan aktivitas secara bersama-sama. Hal tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) atau _Interactive Flat Panel_ (IFP) yang kini telah dimanfaatkan sejumlah satuan pendidikan melalui program Digitalisasi Pembelajaran.
 
Salah satu sekolah yang telah memanfaatkan perangkat tersebut adalah SMA Negeri 2 Cibinong, Kabupaten Bogor. Guru Matematika SMAN 2 Cibinong, Nurlaela, mengatakan penggunaan IFP memberikan manfaat bagi guru maupun murid. Guru terbantu dengan media pembelajaran yang lebih interaktif dan inovatif, sedangkan murid memiliki kesempatan lebih luas untuk mengeksplorasi materi yang dipelajari.
 
“Anak-anak lebih semangat karena mereka juga bisa eksplorasi. Ditambah lagi, dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga terdapat _platform_ Rumah Pendidikan. Di ruang tersebut kami menggunakan Ruang Murid, anak-anak bisa menggunakan materi ajar, lab maya, ataupun bahan-bahan interaktif lainnya dari sana,” terangnya.

.

 
Sebelum menggunakan IFP, Nurlaela lebih banyak memanfaatkan laptop dan proyektor dalam pembelajaran. Penggunaan perangkat tersebut dinilai masih lebih terbatas karena interaksi dengan media pembelajaran hanya dilakukan oleh guru. Dengan IFP, murid dapat ikut berinteraksi langsung dengan materi yang ditampilkan.
 
Pemanfaatan IFP juga didukung dengan peningkatan kapasitas guru. Nurlaela sebelumnya mengikuti pelatihan Digitalisasi Pembelajaran yang membahas penggunaan PID, pembuatan media pembelajaran interaktif, hingga pemanfaatan Canva AI. Pengetahuan tersebut kemudian dibagikannya kepada guru lain di sekolah. Saat ini, sejumlah guru juga telah memanfaatkan IFP sebagai media pembelajaran di kelas.
 
“Karena saya sudah merasakan manfaatnya, menurut saya wajib PID ini ada di sekolah, karena sangat membantu guru dalam kegiatan belajar dan bisa menarik motivasi murid dalam mendalami pelajaran,” pungkasnya.
 
Manfaat penggunaan PID juga dirasakan langsung oleh murid. Dayana, murid kelas X SMAN 2 Cibinong, mengatakan perangkat tersebut membantu seluruh murid mengikuti pembelajaran melalui satu media yang sama. Hal ini menjadi lebih berarti karena beberapa temannya di kelas tidak memiliki gawai pribadi.
 
“Lebih efektif juga karena yang kita lihat itu sama, dibanding terpisah-pisah dari _device_ lain,” ujarnya.

.

 
Dayana juga menyukai aktivitas pembelajaran berbentuk permainan yang tersedia di IFP. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat dikerjakan bersama, sehingga mereka dapat berdiskusi dan memikirkan jawaban secara bersama-sama. Pembelajaran pun terasa lebih menyenangkan dan membuat materi lebih mudah dipahami.
 
Pengalaman serupa disampaikan Ibrahim Al-Haraqi. Ia menilai pembelajaran menjadi lebih aktif dibandingkan sebelumnya ketika murid lebih banyak menggunakan laptop atau telepon seluler secara individual. Dengan IFP, murid dapat belajar sekaligus berinteraksi dalam satu kegiatan yang sama.
 
“Seru banget sih! Selain belajar, kita juga bisa sambil bermain memilih jawaban-jawabannya, pokoknya seru banget,” kata Ibrahim.
 
Hal serupa juga dirasakan Dinda Aulia Kasih. Ia merasakan manfaat IFP dengan mudah mengakses dan menyimpan materi pembelajaran. Jika sebelumnya murid hanya mengandalkan tulisan di papan tulis, kini mereka dapat bersama-sama melihat video pembelajaran dan mencari informasi tambahan. Guru juga dapat menulis langsung pada layar sentuh, menyimpan hasilnya, kemudian membagikannya kepada murid.
 
“Sebelumnya, kita tidak ada sarana untuk melihat video pembelajaran atau mencari tahu informasi. Sekarang, kita bisa melakukannya bersama, sehingga pembelajaran lebih seru,” ungkap Dinda.
 
Pemanfaatan IFP dalam pembelajaran tersebut turut dilihat langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, yang didampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bogor. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari peninjauan program-program prioritas nasional di bidang pendidikan sekaligus kesempatan untuk melihat langsung pemanfaatan digitalisasi pembelajaran di kelas.
 
”Di SMAN 2 Cibinong, pemanfaatan PID menunjukkan bahwa Digitalisasi Pembelajaran tidak berhenti pada penyediaan perangkat. Kehadiran PID menjadi lebih bermakna ketika digunakan untuk memperkaya cara guru mengajar dan memberi kesempatan kepada murid untuk melihat, mencoba, berdiskusi, serta terlibat lebih aktif dalam proses belajar,” tutup Mendikdasmen Abdul Mu’ti. 

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait