Pemkab Jember Uji Coba Perubahan Arus Lalu Lintas Jalan Diponegoro Mulai Senin

Minggu, 04/10/2026 - 17:29
Pemkab Jember Uji Coba Perubahan Arus Lalu Lintas Jalan Diponegoro Mulai Senin

Pemkab Jember Uji Coba Perubahan Arus Lalu Lintas Jalan Diponegoro Mulai Senin

Klikwarta.com, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Jember terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di kawasan Jalan Samanhudi dan koridor Pasar Tanjung.

Sebagai tindak lanjut hasil evaluasi tersebut, Forum LLAJ Kabupaten Jember menyepakati pelaksanaan uji coba perubahan sirkulasi arus lalu lintas di Jalan Diponegoro. Uji coba akan mulai dilaksanakan pada Senin, 5 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Gatot Triyono, menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan untuk mengoptimalkan distribusi pembebanan lalu lintas serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat menuju kawasan Pasar Tanjung dan wilayah sekitarnya.

“Berdasarkan hasil monitoring, setelah penerapan MRLL terjadi perubahan distribusi arus lalu lintas pada jaringan jalan di sekitar kawasan Pasar Tanjung,” ujar Gatot, Jumat (2/10/2026) malam.

Hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan kepadatan dan antrean pada periode tertentu di sejumlah ruas jalan. Di antaranya Jalan Ahmad Yani segmen Pemkab Jember–Tugu Koperasi, Jalan Trunojoyo segmen Tugu Koperasi–Simpang Fore, serta kawasan Simpang Tiga Gatot Subroto.

Selain hasil monitoring, evaluasi juga mempertimbangkan masukan masyarakat yang disampaikan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial dan kanal pengaduan Wadul Gus'e.

Salah satu masukan yang menjadi perhatian adalah perubahan akses perjalanan masyarakat dari arah Gebang dan Sultan Agung menuju kawasan Talangsari dan Pasar Tanjung. 

Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap jarak dan waktu tempuh serta mengarahkan sebagian kendaraan melalui ruas yang mengalami peningkatan kepadatan.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Forum LLAJ Kabupaten Jember menyepakati uji coba perubahan arus di Jalan Diponegoro dengan mengarahkan kendaraan dari arah utara menuju selatan ke Jalan Trunojoyo.

Menurut Gatot, perubahan tersebut diharapkan dapat mendistribusikan sebagian arus lalu lintas yang sebelumnya terkonsentrasi pada koridor Jalan Ahmad Yani–Tugu Koperasi. 

Dengan demikian, beban lalu lintas dapat tersebar melalui jaringan jalan alternatif menuju kawasan Pasar Tanjung dan Talangsari.

“Uji coba perubahan arus lalu lintas tersebut akan mulai dilaksanakan pada Senin, 5 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB,” jelasnya.

Dishub Jember menegaskan bahwa perubahan tersebut masih dalam tahap uji coba sebagai bagian dari evaluasi MRLL. 

Efektivitas penerapannya akan dipantau berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan, meliputi tingkat kepadatan, panjang antrean, waktu tempuh, serta aksesibilitas masyarakat.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, Dishub Jember bersama Satlantas akan memperkuat pengaturan dan pengamanan lalu lintas. Langkah tersebut meliputi penyesuaian perlengkapan jalan, pengaturan pada titik-titik simpul, serta pengendalian parkir di kawasan terdampak.

Perhatian khusus akan diberikan pada segmen Simpang Semar menuju Simpang Samanhudi, termasuk terhadap hambatan samping yang berpotensi memengaruhi kelancaran arus lalu lintas.

Selain itu, kawasan Simpang Jalan Trunojoyo akan mendapatkan manajemen lalu lintas secara khusus. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi pelanggaran lalu lintas maupun kecelakaan akibat perubahan pola sirkulasi kendaraan.

Gatot mengimbau masyarakat untuk memperhatikan rambu-rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas selama masa uji coba berlangsung.

“Masyarakat diimbau memperhatikan rambu dan petunjuk petugas di lapangan serta menyesuaikan perjalanan dengan perubahan arus lalu lintas,” ungkapnya.

Hasil pelaksanaan uji coba selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi Forum LLAJ Kabupaten Jember untuk menentukan penyempurnaan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas di kawasan Pasar Tanjung dan jaringan jalan di sekitarnya.

Evaluasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan pola pengaturan lalu lintas yang lebih efektif, aman, serta mampu mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan Pasar Tanjung. (**) 

Berita Terkait