Suro Tumpeng Songo, Ikatan Prabu Nusantara Gelar Ruwatan Umbul Dongo di Petilasan Keraton Pajang

Selasa, 22/07/2025 - 18:50
Ketua IPN Heri Pasoepati memberikan keterangan pers, Senin (21/7)

Ketua IPN Heri Pasoepati memberikan keterangan pers, Senin (21/7)

Klikwarta.com, Surakarta – Dalam rangka menyambut akhir bulan Suro, Ikatan Prabu Nusantara (IPN) menggelar ritual budaya dan spiritual bertajuk “Suro Tumpeng Songo” di Petilasan Keraton Pajang, Senin malam (21/7/2025) bertepatan dengan malam Selasa Kliwon.

Acara yang digelar mulai pukul 20.00 WIB tersebut dikemas dalam bentuk Ruwatan Umbul Dongo, sebagai bentuk doa bersama dan penyucian diri, sekaligus pelestarian nilai-nilai luhur budaya Nusantara. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh spiritual, tamu dari berbagai daerah seperti Boyolali, serta perwakilan dari keraton.

Ruwatan Suro: Memohon Keselamatan dan Kelancaran Hidup

Menurut Ketua IPN, Heri Pasoepati, tema “Tumpeng Songo” dipilih sebagai simbol permohonan kepada Tuhan agar masyarakat diberi keselamatan lahir batin, kelancaran rezeki, dan ketentraman jiwa, terutama di tengah situasi bangsa yang diliputi berbagai persoalan, seperti konflik sosial dan krisis ekonomi.

“Angka sembilan atau 'Songo' adalah lambang kesempurnaan. Melalui simbol tumpeng songo ini, kami berdoa agar semua hajat baik masyarakat bisa dikabulkan oleh Tuhan, meskipun tentu Tuhan punya seleksi sendiri," ungkapnya.

Rangkaian ritual dimulai dengan doa bersama, lantunan tembang Pangkur “Mingkar-Mingkuring Angkoro”, hingga pembagian air “ruwat sengkolo” yang bisa dibawa pulang untuk mandi sebagai media spiritual pembersihan diri.

.

IPN: Perpaduan Spiritualitas, Pengobatan, dan Pelestarian Budaya

Ikatan Prabu Nusantara (IPN) sendiri adalah organisasi berbadan hukum yang telah terdaftar di Kemenkumham dengan nomor RAHU-0001519.AH.01.08 Tahun 2024. Nama “Prabu” merupakan akronim dari Praktisi Budaya, yang mencakup bidang spiritual, supranatural, hingga pengobatan medis dan non-medis.

Sejak berdiri, IPN telah melaksanakan lebih dari 12 kali kegiatan baksos pengobatan gratis, termasuk di wilayah Sukoharjo yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Menurut Heri, pasien yang datang makin hari makin bertambah, sebagian besar mengalami perubahan signifikan setelah ditangani.

“Kami utamakan mereka yang betul-betul punya keluhan penyakit, seperti asam urat, kolesterol, jantung, dan lainnya. Semua dilakukan tanpa biaya sepeser pun,” jelas Heri.

Gendam: Ilmu Energi yang Dipahami Secara Salah

.

Dalam kesempatan itu, Agung Maskarebet juga menyinggung persepsi masyarakat terhadap ilmu gendam. Menurutnya, gendam kerap disalahartikan sebagai alat kejahatan, padahal sejatinya gendam adalah ilmu energi yang bersifat netral, tergantung dari siapa yang menggunakannya.

“Gendam bisa jadi alat penyembuhan, motivasi hidup, bahkan peningkatan energi positif dalam diri manusia. Sayangnya, yang viral justru sisi buruknya,” tegas Agung.

Dirinya bersama komunitas IPN bertekad mengedukasi masyarakat bahwa gendam juga bisa menjadi sarana spiritual yang positif, asalkan digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.

Pelestarian Budaya dan Harapan ke Depan

Acara “Suro Tumpeng Songo” ini merupakan bagian dari misi IPN untuk menghidupkan kembali kearifan lokal Nusantara di tengah modernitas zaman. IPN berharap kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga media edukasi budaya untuk generasi muda.

“Jangan sampai anak cucu kita buta sejarah dan budaya leluhur. Kita ini bangsa besar dengan warisan budaya luar biasa,” tambah Agung.

Saat ini, anggota IPN mencapai sekitar 300 orang dengan seleksi ketat. Mereka dituntut tidak sekadar bergabung, tapi memiliki rasa tanggung jawab dan kepedulian tinggi terhadap misi organisasi.

(Kontributor : Widyo)

Berita Terkait