Anggota DPRD Jatim dapil XIV (Madura) Nur Fitriana saat jaring aspirasi masyarakat, di Desa Aengbaja Kenek, Kecamatan Bluto, Sumenep
Klikwarta.com, Surabaya - Warga Aengbaja Kenek, Sumenep Madura, meminta agar akses jalan Pelabuhan Gili Raja diperlebar. Mengingat jalan tersebut menjadi pengungkit perekonomian.
Permintaan ini disampaikan kepada Anggota DPRD Jatim dapil XIV (Madura) Nur Fitriana saat jaring aspirasi masyarakat, di Desa Aengbaja Kenek, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Kamis (3/2/2022) sore.
Dalam reses I tahun 2022, salah satu Warga Aengbaja, Agus Sobi, mengusulkan agar jalan akses menuju maupun keluar dari pelabuhan Gili Raja, diperlebar dan di aspal hotmix. Mengingat arus kendaraan mengangkut orang dan barang sangat padat, sehingga kondisi jalan cepat rusak dan memprihatinkan.
Menanggapi aspirasi, Nur Fitriana, berjanji akan memperjuangkan melalui DPRD Jatim. Namun sebelum itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan status jalan tersebut menjadi kewenangan desa atau kabupaten agar nantinya tidak terjadi double anggaran.
Nur Fitriani menyebut, akses jalan menuju dermaga Gili Raja memang kondisinya memperihatinkan. Selain kurang lebar, banyak aspal yang mengelupas dan berlubang. Sehingga membahayakan para pengguna jalan, serta menghambat distribusi perekonomian masyarakat.
"Ini akan menjadi prioritas saya untuk diperjuangkan di DPRD Jatim," tegasnya.
Ia mengakui, alokasi anggaran dari Pemkab Sumenep untuk perbaikan dan perawatan jalan, sebenarnya sudah cukup besar. Namun karena ada refocusing untuk penanganan covid-19, sehingga program pemeliharaan dan pembangunan infrastruktur jalan, ikut tersendat. Akibatnya memperparah kondisi jalan yang rusak.
Menurutnya, besaran anggaran untuk perawatan maupun perbaikan jalan di Kabupaten Sumenep, berbeda dengan daerah lain karena sebagian besar wilayah Sumenep berupa kepulauan. Sehingga angggaran yang dibutuhkan juga lebih besar.
"Dalam reses kali ini, sebagian besar aspirasi yang masuk memang menyangkut keluhan infrastruktur jalan," tuturnya.
Selain infrastruktur, persoalan lain adalah varian baru Covid-19 Omicron ternyata sudah merambah ujung Pulau Madura. Tepatnya di Kabupaten Sumenep. Untuk itu, mewanti-wanti masyarakat Sumenep agar mentaati protokol kesehatan, khususnya dengan selalu mengenakan masker dan ikut vaksinasi.
"Saya barusan mendapat informasi dari RSUD Sumenep, tengah merawat empat orang warga yang terkonfirmasi positif varian baru Omicron. Karena itu jangan lengah dan abai tetap patuhi protokol kesehatan," pinta Nur Fitriana.
Istri mantan Bupati Sumenep Busro Karim itu menjelaskan, bahwa hampir 2 tahun terakhir, masyarakat merasakan langsung dampak dari pandemi Covid-19 yang telah memporak-porandakan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Baik dari sektor kesehatan, pendidikan maupun perekonomian.
"Ini menjadi tanggungjawab bersama, jika pandemi Covid-19 bisa dikendalikan dengan baik, insyaAllah pembangunan dan perekonomian masyarakat akan cepat pulih," ungkapnya.
Nur Fitriana mengaku, penanganan Covid-19 di Kabupaten Sumenep sudah cukup bagus. Terbukti, 70 persen lebih warga sudah vaksin dosis pertama maupun dosis kedua.
"Sekarang juga pemerintah daerah tengah memulai vaksin dosis ketiga atau booster. Ini adalah bagian ikhtiar pemerintah menangani varian omicron supaya tidak menyebar," katanya.
Ia juga meminta masyarakat bersabar lantaran sebagian besar anggaran pemerintah mulai pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga pemerintahan desa difokuskan untuk penanganan pandemi Covid-19. Dampaknya, laju pembangunan menjadi tersendat karena minimnya support anggaran dari pemerintah.
"Semua daerah mengalami hal yang sama, mudah-mudahan pandemi ini segera cepat berlalu sehingga pembangunan-pembangunan yang dibutuhkan masyarakat bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.(*)








