Ada Review Desain, Revitalisasi Terminal Bis Tipe A Cepu Alami Keterlambatan

Kamis, 16/11/2023 - 15:01
Proyek revitalisasi terminal bis tipe A Cepu yang baru mencapai 14 persen dari target 27 persen sampai November 2023.

Proyek revitalisasi terminal bis tipe A Cepu yang baru mencapai 14 persen dari target 27 persen sampai November 2023.

Blora, Klikwarta.com - Proyek revitalisasi terminal bis tipe A Cepu kabupaten Blora dengan nilai Pagu 32 milyar yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara ( SBSN) pengerjaan mengalami keterlambatan. Keterlambatan tersebut akibat adanya review desain.

Menurut Toni Tauladan Direktur Prasarana Transportasi Darat  Kementerian Perhubungan, dari evaluasi selama 2 hari ini, pihaknya sudah menemukan akar permasalahan. Sehingga jangan sampai variabel -variabel ini muncul di tahap berikutnya. 

Perlu diketahui revitalisasi ini ada 2 tahap. Tahap pertama 24 Mei sampai Desember 2023 dan tahap kedua awal Januari sampai  17 Mei 2024. Ketika terjadi keterlambatan ini, susah dilakukan penyesuaian sehingga tahap pertama,  sesuai target akan mencapai 30 persen dan sisanya 70 persen akan dilakukan tahap kedua.

"Kami memerintahkan kepada tim manajemen supaya kejadian variabel yang tidak terduga pad tahap pertama ini tidak boleh terjadi di tahap kedua. Tapi kalau tahap kedua terjadi lagi tidak ada toleransi lagi, karena perpanjangan kontrak sampai 17 Mei. Sampai November pekerjaan tahap pertama, yakni pekerjaan persiapan,  bongkar bangunan eksisting, struktur bawah sudah selesai dilakukan. Jadi tinggal pekerjaan tanah tapi bobotnya cukup besar. Kami menargetkan akhir Desember mencapai lebih dari 30 persen," ujar Toni, Kamis (16/11/2023).

Anggota Komisi V DPR RI beserta Direktur Prasarana Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, Forkopimda Blora dan Forkopimcam Cepu saat meninjau proyek revitalisasi terminal bis tipe A Cepu.
Anggota Komisi V DPR RI beserta Direktur Prasarana Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, Forkopimda Blora dan Forkopimcam Cepu saat meninjau proyek revitalisasi terminal bis tipe A Cepu.

Sementara itu Aji Jamil perwakilan PT Apro Megatama KSO Alam Lintas Indonesia Aji Jamil selaku pemenang tender menjelaskan,  karena ada review desain, target pekerjaan yang harus dikejar sebesar 30 persen. Jadi real lapangan 14 persen. 

"Sampai hari ini ada minus 13 persen. Minus terjadi karena keterlambatan review yang memakan waktu 3 bulan. Hal ini dikarenakan soft drawing yang ada di lapangan banyak yang tidak sesuai. Review itu setelah direvisi perubahan 60 persen. Makanya pada saat memulai, kita terhambat," ujar Jamil saat ditemui wartawan,  Kamis (16/11/2023).

Hal senada disampaikan Sadewo anggota Komisi V DPR RI.  Menurut Sadewo bahwa keterlambatan akibat adanya review desain. Dari review desain, pihak kontraktor tidak langsung mengerjakan proyek di lapangan. 

"Ada waktu selama 3 bulan sampai review desain clear. Jadi itu saja pokok persoalannya," ujar Sadewo.

Pewarta: Fajar

Berita Terkait