Blora, Klikwarta.com - Proyek revitalisasi terminal bis tipe A Cepu kabupaten Blora dengan nilai Pagu 32 milyar yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara ( SBSN) pengerjaan mengalami keterlambatan. Keterlambatan tersebut akibat adanya review desain.
Menurut Toni Tauladan Direktur Prasarana Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, dari evaluasi selama 2 hari ini, pihaknya sudah menemukan akar permasalahan. Sehingga jangan sampai variabel -variabel ini muncul di tahap berikutnya.
Perlu diketahui revitalisasi ini ada 2 tahap. Tahap pertama 24 Mei sampai Desember 2023 dan tahap kedua awal Januari sampai 17 Mei 2024. Ketika terjadi keterlambatan ini, susah dilakukan penyesuaian sehingga tahap pertama, sesuai target akan mencapai 30 persen dan sisanya 70 persen akan dilakukan tahap kedua.
"Kami memerintahkan kepada tim manajemen supaya kejadian variabel yang tidak terduga pad tahap pertama ini tidak boleh terjadi di tahap kedua. Tapi kalau tahap kedua terjadi lagi tidak ada toleransi lagi, karena perpanjangan kontrak sampai 17 Mei. Sampai November pekerjaan tahap pertama, yakni pekerjaan persiapan, bongkar bangunan eksisting, struktur bawah sudah selesai dilakukan. Jadi tinggal pekerjaan tanah tapi bobotnya cukup besar. Kami menargetkan akhir Desember mencapai lebih dari 30 persen," ujar Toni, Kamis (16/11/2023).
Anggota Komisi V DPR RI beserta Direktur Prasarana Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, Forkopimda Blora dan Forkopimcam Cepu saat meninjau proyek revitalisasi terminal bis tipe A Cepu.
Sementara itu Aji Jamil perwakilan PT Apro Megatama KSO Alam Lintas Indonesia Aji Jamil selaku pemenang tender menjelaskan, karena ada review desain, target pekerjaan yang harus dikejar sebesar 30 persen. Jadi real lapangan 14 persen.
"Sampai hari ini ada minus 13 persen. Minus terjadi karena keterlambatan review yang memakan waktu 3 bulan. Hal ini dikarenakan soft drawing yang ada di lapangan banyak yang tidak sesuai. Review itu setelah direvisi perubahan 60 persen. Makanya pada saat memulai, kita terhambat," ujar Jamil saat ditemui wartawan, Kamis (16/11/2023).
Hal senada disampaikan Sadewo anggota Komisi V DPR RI. Menurut Sadewo bahwa keterlambatan akibat adanya review desain. Dari review desain, pihak kontraktor tidak langsung mengerjakan proyek di lapangan.
"Ada waktu selama 3 bulan sampai review desain clear. Jadi itu saja pokok persoalannya," ujar Sadewo.
Situs berita online Klikwarta.com aktif online sejak Januari 2017, media ini didirikan untuk menjawab kebutuhan informasi melalui dunia cyber. Klikwarta.com dinaungi oleh PT. Wahana Bintang Media (Terverifikasi Faktual Dewan Pers), Nomor : 363/DP-Verifikasi/K/X/2025.
Melalui berbagai rubrik/konten yang ditampilkan, Klikwarta.com terus melakukan pembenahan untuk memenuhi kebutuhan pembaca sesuai kekiniannya.
Klikwarta.com dalam penyajiannya mengemban fungsi informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Situs berita www.klikwarta.com terikat oleh undang-undang dan kode etik dalam menjalankan tugas jurnalistik sehari-hari.
Selain itu, undang-undang dan kode etik itu juga menjadi panduan kerja redaksi dalam hal memproduksi berita agar sesuai dengan kaidah jurnalistik, mencerdaskan dan profesional.
Kami, para pengelola Klikwarta.com, mengharapkan dukungan maupun kritik para pembaca agar layanan kami semakin baik dan diperlukan.