Kolam renang Edupark Intanpari kedalaman 1,3 meter lokasi tenggelamnya korban
Klikwarta.com, Karanganyar - Bocah perempuan berusia 9 tahun meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang dengan kedalaman 1,3 meter di obyek wisata Edupark Intanpari, Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin pagi (12/5/2025), sekira pukul 09.30 WIB. Korban diketahui bernama Chika Falisa Rachela Dafinia asal Desa Sapen, Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.
Kapolres Karanganyar AKBP Hadi Kristanto melalui Kasi Humas Polres Karanganyar Iptu M. Sulistiawan Abdillah, mengatakan bahwa pihaknya baru menerima informasi mengenai kejadian ini sekira pukul 12.30 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi, Fikri Cahyo Nugroho (25) dan Agam Budiargo S (29), yang merupakan karyawan Edupark dan Kolam Renang Intanpari, kronologi kejadian bermula saat korban datang ke lokasi wisata sekitar pukul 09.00 WIB bersama nenek dan kakak sepupunya.
Korban sempat berenang bersama neneknya di kolam dengan kedalaman 1,3 meter, sementara kakak sepupunya berenang di kolam indoor khusus perempuan. Setelah beberapa saat, korban dan neneknya keluar dari kolam. Namun, korban kemudian ingin bergabung dengan kakak sepupunya di kolam indoor.
"Lantaran perbedaan tiket, korban tidak diperbolehkan masuk ke kolam indoor dan akhirnya kembali berenang di kolam dengan kedalaman 1,3 meter, sementara neneknya menunggu di pos SAR Edupark Intanpari," ujarnya.
Nahas, sekira pukul 09.30 WIB, korban ditemukan dalam keadaan tenggelam. Tim rescue obyek wisata tersebut telah melakukan upaya pertolongan pertama dan membawa korban ke Rumah Sakit Daerah (RSUD) Karanganyar.
Setibanya di IGD RSUD Karanganyar, korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter jaga. Pihak RSUD belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait hasil pemeriksaan luar korban karena harus mengikuti prosedur permintaan visum.
"Pihak keluarga korban menyampaikan bahwa Chika sebenarnya bisa berenang dan sering mengunjungi kolam renang Intanpari," jelasnya.
Iptu Sulis menambahkan, Polres Karanganyar akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tragis ini.
"Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap anak-anak, terutama di area perairan, meskipun korban diketahui memiliki kemampuan berenang," tandasnya.
Manajemen Edupark Intan Pari telah mendatangi keluarga korban dan menyampaikan belasungkawa serta memberikan santunan duka. Keluarga korban dikabarkan telah menerima kejadian ini dengan ikhlas sebagai sebuah musibah, dan juga telah membuat surat pernyataan bermaterai.
Pewarta : Kacuk Legowo







