DPRD Jawa Tengah Tantang Media Kawal Regenerasi Petani di Era Digital

Selasa, 10/02/2026 - 16:07
Acara FGD "Peluang dan Tantangan Media di Era Disrupsi" yang digelar Sekretariat DPRD Jawa Tengah bersama para awak media, di salah satu rumah makan di kawasan Cangakan, Karanganyar, Selasa (10/2/2026)

Acara FGD "Peluang dan Tantangan Media di Era Disrupsi" yang digelar Sekretariat DPRD Jawa Tengah bersama para awak media, di salah satu rumah makan di kawasan Cangakan, Karanganyar, Selasa (10/2/2026)

Klikwarta.com, Karanganyar - Di tengah gempuran disrupsi teknologi, sinergi antara pembuat kebijakan dan penyampai informasi menjadi kunci stabilitas daerah.

Hal itu mengemuka dalam Focus Group Diskusi (FGD) bertajuk "Peluang dan Tantangan Media di Era Disrupsi" yang digelar Sekretariat DPRD Jawa Tengah bersama awak media, di salah satu rumah makan di kawasan Cangakan, Karanganyar, Selasa (10/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, menempatkan media pada posisi yang sakral. Mengadopsi filosofi tokoh bangsa, perwakilan legislatif menyebut bahwa dunia hanya memiliki dua sumber penerangan utama, yaitu matahari dan media informasi.

"Matahari menyinari fisik alam semesta, namun media yang memberikan pencerahan lewat informasi akurat kepada masyarakat," ungkap Sumanto di hadapan para jurnalis.

Menariknya, diskusi tidak hanya berjalan kaku. Legislator menyoroti fenomena *citizen journalis dan pergeseran gaya hidup menuju ekosistem cashless (non-tunai). Dengan nada berkelakar, ia menyentil betapa masifnya dampak digitalisasi saat ini.

"Zaman sekarang serba digital. Bahkan 'tuyul' pun terancam pengangguran karena masyarakat sudah jarang menyimpan uang tunai. Mereka mungkin harus ikut pelatihan online agar tetap relevan," selorohnya, yang disambut tawa akrab para awak media.

Namun, di balik candaan tersebut, terselip keprihatinan mendalam mengenai nasib sektor produksi, terutama pertanian di Bumi Intanpari. DPRD menyoroti adanya jurang pemisah (gap) yang lebar antara dunia digital yang digandrungi anak muda dengan realitas di sawah.

Ada kekhawatiran bahwa minat generasi muda terhadap sektor agraria terus menguap karena perhatian mereka tersedot sepenuhnya oleh layar ponsel. Padahal, pertanian merupakan tulang punggung ekonomi yang memerlukan sentuhan inovasi dari tangan-tangan muda.

Poin utama diskusi ini menekankan sinergitas untuk memperkuat peran media sebagai jembatan program pemerintah ke masyarakat, edukasi digital untuk mendorong penggunaan platform digital untuk hal produktif, bukan sekadar konsumtif, dan regenerasi produksi untuk enemukan formulasi agar sektor pertanian kembali diminati oleh generasi milenial dan Gen Z.

Melalui forum ini, DPRD Jawa Tengah berharap media tidak hanya menjadi penyampai berita, tetapi juga mitra strategis untuk menginspirasi anak muda agar tetap menginjak bumi, terutama dalam menjaga ketahanan pangan daerah di tengah arus modernisasi yang tak terbendung.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait