Lomba CINTA Batik 2026 Gali Potensi Kecamatan, Sukowono Raih Juara I

Senin, 29/06/2026 - 22:48
Lomba CINTA Batik 2026 di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (29/6/2026).

Lomba CINTA Batik 2026 di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (29/6/2026).

Klikwarta.com, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan Lomba CINTA (Ciptakan Inovasi dan Tingkatkan Apresiasi) Batik Jember 2026. 

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (29/6/2026), mengusung tema "Mari Gali Potensi Wilayah Kecamatan Menuju Jember Baru, Jember Maju!".

Sebanyak 31 kecamatan berpartisipasi dengan menampilkan karya batik yang mengangkat potensi lokal masing-masing, mulai dari kekayaan alam, budaya, sejarah, hasil pertanian hingga destinasi wisata. 

Melalui ajang ini, setiap kecamatan didorong menghadirkan motif batik yang menjadi identitas daerah sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember, Drs. Hadi Mulyono, mengatakan Lomba CINTA Batik merupakan implementasi visi Pemerintah Kabupaten Jember, yaitu "Dengan CINTA Mewujudkan Jember Baru yang Lebih Sejahtera dan Maju."

Menurutnya, batik bukan hanya warisan budaya yang harus dilestarikan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan industri kreatif.

"Batik merupakan warisan budaya bangsa yang telah diakui dunia. Tugas kita bukan hanya melestarikannya, tetapi juga mengembangkan agar semakin dicintai masyarakat dan memiliki nilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan," ujarnya.

Ia menambahkan, berkembangnya industri batik di tingkat kecamatan dapat membuka peluang usaha baru dan menciptakan lapangan kerja, sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat sektor Industri Kecil Menengah (IKM) dan UMKM.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, mengajak seluruh kecamatan untuk terus menggali serta mempromosikan potensi daerah melalui motif batik yang khas.

Menurutnya, setiap kecamatan di Jember memiliki keunikan yang layak diangkat menjadi identitas batik, baik berupa kekayaan alam, hasil pertanian, budaya, sejarah maupun objek wisata.

"Kalau bukan kita yang memperkenalkan potensi daerah kita sendiri, lalu siapa lagi. Setiap kecamatan memiliki keunikan yang bisa menjadi identitas batik sehingga masyarakat semakin mengenal kekayaan yang dimiliki Jember," katanya.

Ghyta juga mendorong para perajin untuk terus berinovasi dalam menciptakan motif dan desain yang sesuai dengan perkembangan pasar. Ia optimistis batik Jember mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional melalui kolaborasi antara pemerintah, perajin, pelaku usaha, dan desainer.

Pada akhir penilaian, dewan juri menetapkan Kecamatan Sukowono sebagai Juara I Lomba CINTA Batik Jember 2026. Posisi Juara II diraih Kecamatan Kaliwates, sedangkan Kecamatan Sumberjambe meraih Juara III.

Adapun kategori Harapan I diraih Kecamatan Ambulu, Harapan II Kecamatan Sukorambi, dan Harapan III Kecamatan Bangsalsari. Ajang ini diharapkan menjadi momentum lahirnya inovasi batik berbasis potensi lokal yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi kreatif Kabupaten Jember.

Pewarta : Maria

Berita Terkait