Revitalisasi Sekolah, Hadirkan Semangat Baru Guru dan Murid

Minggu, 08/11/2026 - 06:05
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis Percepatan Pelaporan Progres Revitalisasi Sekolah Dasar (SD) Tahun 2026 Tahap 2 di Jakarta,  Kamis (5/11). Fotografer: Irfan

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis Percepatan Pelaporan Progres Revitalisasi Sekolah Dasar (SD) Tahun 2026 Tahap 2 di Jakarta, Kamis (5/11). Fotografer: Irfan

Klikwarta.com, Jakarta - Bangunan sekolah yang kokoh, ruang kelas yang nyaman, hingga lingkungan yang bersih dan tertata menjadi harapan setiap guru dan murid. Sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk tumbuh, mengembangkan potensi, dan merajut cita-cita.

Harapan itulah yang kini mulai dirasakan sejumlah sekolah penerima program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026. Bagi mereka, bantuan pemerintah tersebut bukan hanya memperbaiki bangunan yang sebelumnya rusak, tetapi menghadirkan semangat baru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.

Salah satunya dirasakan keluarga besar SD Negeri 49 Kota Jambi. Kepala sekolah, Nina Yusyana, mengaku bersyukur sekolah yang dipimpinnya mendapat bantuan revitalisasi dengan nilai sekitar Rp1,7 miliar.

Melalui program tersebut, sebanyak 14 ruang kelas direnovasi. Perbaikan juga mencakup satu ruang guru, satu ruang administrasi, satu perpustakaan, satu ruang UKS, serta delapan bilik toilet untuk guru dan murid.

Bagi Nina, bantuan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar memperbaiki bangunan sekolah. Ada harapan dan motivasi baru yang tumbuh di tengah guru maupun murid untuk memberikan yang terbaik dalam dunia pendidikan.

"Ini memang bantuan dalam bentuk fisik, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap semangat dan motivasi murid maupun guru kami untuk menjalankan tugasnya secara baik dan profesional," ujar Nina pada kegiatan Bimbingan Teknis Percepatan Pelaporan Progres Revitalisasi Sekolah Dasar (SD) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (5/11).

Bukan tanpa alasan Nina begitu bersyukur. Sekolah yang berdiri sejak 1974 itu sebelumnya memiliki kondisi bangunan yang sudah cukup memprihatinkan. Sejumlah tiang dan dinding kelas masih menggunakan material kayu. Bahkan, beberapa ruang kelas belum memiliki plafon, sementara plafon di ruangan lainnya mengalami kebocoran.

Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman. Karena itu, revitalisasi menjadi kesempatan bagi sekolah untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih layak.

Setelah seluruh pekerjaan selesai, harapannya murid-murid semakin bersemangat mengikuti pembelajaran. Begitu pula para guru agar semakin termotivasi memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak.

"Harapan kami, dengan lingkungan yang baik dan sarana-prasarana yang mendukung serta nyaman, murid-murid dapat menjalankan pembelajaran dengan baik. Begitu juga guru-guru dapat lebih bersemangat dan termotivasi untuk memberikan pembelajaran yang lebih baik," tuturnya.

Cerita serupa datang dari SD Negeri Rejosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kepala sekolah Toni Hariyanto mengungkapkan rasa syukurnya karena sekolah yang dipimpinnya mendapat perhatian pemerintah melalui program revitalisasi dengan bantuan senilai Rp1.002.563.503.

Sebelum mendapatkan bantuan, kondisi sekolah tersebut cukup memprihatinkan. Enam ruang kelas memiliki atap yang sudah tidak layak. Toilet dan saluran air juga membutuhkan perbaikan.

Ketika hujan turun, air kerap meluap hingga masuk ke dalam ruang kelas. Situasi itu tentu mengganggu kegiatan belajar mengajar dan membuat guru maupun murid tidak dapat beraktivitas dengan tenang.

Sekolah mendapatkan perbaikan enam ruang kelas, atap, dinding, toilet murid dan guru, serta penataan lingkungan sekolah. Seluruh pekerjaan dilakukan melalui renovasi.

Bagi Toni, perbaikan tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan sekolah selama ini. Dia berharap bangunan yang sebelumnya memprihatinkan kini menjadi lebih kokoh dan layak digunakan.

Ia ingin murid-murid dapat belajar dengan tenang sehingga mampu meraih prestasi yang lebih baik. Para guru pun diharapkan dapat mengajar tanpa dihantui kekhawatiran terhadap kondisi bangunan sekolah.

"Semoga murid-murid kami bisa belajar dengan tenang, bisa mendapatkan prestasi yang lebih baik. Guru-guru juga bisa mengajar dengan tenang tanpa ada rasa takut," ungkapnya.

Pada tempat yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PDPNFI) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan pelaksanaan program revitalisasi berjalan efektif, efisien, dan tepat waktu.

Kegiatan percepatan pelaporan dan bimtek menghadirkan lima narasumber dari berbagai unsur, antara lain Inspektorat, jaminan Teknis, tenaga ahli perguruan tinggi, serta tim teknis dan tenaga ahli dari kementerian.

Melalui percepatan pelaporan dan pendampingan ini, Kemendikdasmen mendorong seluruh sekolah penerima bantuan untuk menyampaikan laporan secara lengkap, benar, dan tepat waktu. Dengan demikian, pelaksanaan revitalisasi dapat terus dipantau dan dievaluasi, sekaligus memastikan anggaran yang telah disalurkan benar-benar menghasilkan sarana pendidikan yang lebih layak dan mendukung pembelajaran berkualitas. 

Gogot berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan optimal sehingga target revitalisasi sekolah dasar tahun 2026 dapat tercapai sesuai jadwal dan perjanjian yang telah ditetapkan.

(Penulis: Tim Direktorat SD/ Editor: Ririn/Seno H.)

Berita Terkait