Jangan Lewatkan 'Blood Moon', Gerhana Bulan Total Terlama pada 28 Juli 2018

Selasa, 24/07/2018 - 17:18
Ilustrasi (net)

Ilustrasi (net)

Klikwarta.com - Bagi masyarakat Bengkulu, bersiap-siaplah dalam 4 hari ke depan tentang adanya fenomena langka yaitu gerhana bulan terlama dalam beberapa kurun waktu terakhir. Gerhana bulan total terlama pada 28 Juli 2018 termasuk peristiwa spesial karena menjadi gerhana terlama dengan waktu 103 menit. Fenomena itu secara utuh dan sebagian bisa disaksikan dari seluruh penjuru Indonesia. Hanya saja gerhana bulan total kali ini hanya bisa disaksikan pada waktu dini hari yaitu  berkisar dari pukul 01.00 sampai dengan selesai. 

Gerhana ini akan menjadi gerhana bulan total kedua pada tahun 2018, setelah sebelumnya terjadi pada bulan januari lalu. Bulan akan melewati pusat dari bayangan Bumi. Gerhana ini akan menjadi gerhana bulan sentral yang pertama sejak 15 Juni 2011.

Gerhana pada 28 Juli nanti bakal menjadi yang terlama pada abad ke-21. Gerhana bulan yang terjadi akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan. Peristiwa ini hanya berlangsung saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

Gerhana bulan terlama ini termasuk fenomena langit langka. Gerhana berikutnya baru akan terulang lagi mulai 2123 selama 106 menit tapi tidak bisa disaksikan di Indonesia. Gerhana Bulan Total terlama juga pernah terjadi pada 16 Juli 2000 selama 106 menit. 

Dilansir dari TEMPO.CO, Tempat pengamatan berjumlah 20 lokasi lebih. BMKG juga berencana menyiarkan langsung proses gerhana bulan total itu lewat http://www.bmkg.go.id/gbt. Masyarakat dapat mengakses website BMKG untuk mengikuti proses pengamatan secara langsung jika di daerahnya terhalang oleh kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk pengamatan.

Gerhana akan benar-benar terlihat dari Afrika Timur dan Asia Tengah; terlihat saat bulan baru terbit dari Amerika Selatan, Afrika Barat, dan Eropa; dan terlihat saat bulan akan terbenam dari Asia Timur, dan Australia.

Latar belakang terjadinya Gerhana Bulan total terjadi ketika Bulan memasuki umbra (bayangan gelap) Bumi. Gerhana bermula ketika Bulan perlahan memasuki umbra, sehingga permukaannya akan sedikit tergigit dan perlahan-lahan gigitannya mulai membesar. Selanjutnya, ketika Bulan benar-benar berada di tengah umbra Bumi, ia akan merona dengan warna merah kecokelatan. Rona merah kecokelatan pada Bulan tersebut disebabkan oleh hamburan rayleigh (efek atmosfer yang serupa dengan efek yang menyebabkan langit memerah saat Matahari terbenam) pada atmosfer Bumi yang sampai ke bayangan umbranya. (bisri)

Berita Terkait