Keunggulan Strategis Ganjar Berbekal Konsepsi Bung Karno, Bung Hatta dan KH Agus Salim

Minggu, 07/01/2024 - 20:50
Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Hasto Kristiyanto dalam keterangan pada Minggu (7/1/2024).

Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Hasto Kristiyanto dalam keterangan pada Minggu (7/1/2024).

Klikwarta.com, Jakarta - Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Hasto Kristiyanto menyatakan optimis bahwa Ganjar Pranowo akan membuat kejutan dengan menampilkan konsepsi geopolitik, hubungan internasional, pertahanan dan keamanan yang otentik, disertai pemahaman terhadap kultur dan kondisi geografis Indonesia.

“Dengan pengalaman dua periode sebagai anggota DPR RI, Pak Ganjar sangat memahami aspek strategis pertahanan-keamanan yang bertumpu pada kekuatan bangsa melalui penguasaan iptek, riset dan inovasi,” kata Hasto dalam keterangan pada Minggu (7/1/2024).

Hasto meyakini Ganjar Pranowo telah melakukan sintesa pemikiran Bung Karno, Bung Hatta, KH Agus Salim dan para pendiri bangsa lainnya.

Konsepsi Pak Ganjar, jelas Hasto, berbasis kekuatan kolektif rakyat dan daya unggul kaum muda Indonesia sebagai kekuatan progresif untuk membangun kekuatan pertahanan negara yang disegani di dalam mewujudkan perdamaian dunia.

“Dengan blusukan dan tinggal di rumah rakyat, Pak Ganjar mampu mengangkat konsepsi yang membumi, bahwa pertahanan dan keamanan akan semakin kuat apabila kesejahteraan Wong Cilik diprioritaskan, keadilan hukum dikedepankan, dan rakyat dibangun semangatnya guna membangun kepemimpinan Indonesia bagi dunia,” paparnya.

Atas dasar hal tersebut, Hasto menilai Ganjar akan memadukan diplomasi pertahanan dengan diplomasi budaya, olah raga, ekonomi, perdagangan dan diplomasi bagi percepatan penguasaan teknologi yang di-drive kepentingan nasional Indonesia.

Hasto menegaskan bahwa praksis kebijakan pertahanan Pak Ganjar dan Pak Prabowo sangat berbeda.

“Pak Ganjar lebih mendorong kemampuan kaum muda Indonesia, para teknokrat dan lembaga riset di dalam membangun industri pertahanan masa depan; sementara Pak Prabowo lebih mengedepankan peningkatan hutang luar negeri untuk beli Alutsista,” tuntas Hasto. (*)

Kontributor: Arif

Berita Terkait