Bupati Jember Muhammad Fawait
Klikwarta.com, Jember - Kabupaten Jember kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah penyangga pangan utama di Jawa Timur. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2 Juni 2026, produksi beras Jember mencapai 446.097 ton dan menempatkannya sebagai daerah penghasil beras terbesar di kawasan Tapal Kuda.
Capaian tersebut turut mengantarkan Jember masuk jajaran tiga besar daerah penghasil beras di Jawa Timur, di bawah Kabupaten Lamongan dan Bojonegoro. Selain itu, Jember juga tercatat berada di peringkat ketiga Jawa Timur dari sisi luas panen padi.
Peningkatan produksi padi ini dinilai menjadi indikator keberhasilan berbagai program pertanian yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari optimalisasi lahan pertanian, peningkatan jaringan irigasi, pompanisasi, hingga perlindungan lahan pertanian produktif terus diperkuat guna menjaga produktivitas petani.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam penguatan sektor pertanian.
Menurutnya, tingginya produksi padi di Jember juga tercermin dari besarnya serapan gabah oleh Perum Bulog. Bahkan, serapan gabah di Jember menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Timur.
“Serapan gabah yang tinggi menunjukkan produksi pertanian Jember memang melimpah. Ini tentu menjadi kabar baik bagi ketahanan pangan daerah maupun nasional,” ujarnya.
Gus Fawait juga memberikan apresiasi kepada Bulog Jember beserta jajaran TNI dan Polri yang turut mendukung pengamanan dan penyerapan hasil panen petani.
Meski belum berada di posisi pertama tingkat provinsi, Pemkab Jember optimistis tren peningkatan produksi pertanian akan terus berlanjut. Pemerintah daerah pun menargetkan penguatan produktivitas pertanian melalui berbagai program strategis dan modernisasi sektor pertanian.
Di sisi lain, pengawasan distribusi pupuk subsidi juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) telah diminta memastikan pupuk subsidi benar-benar diterima petani yang berhak.
Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya alokasi pupuk subsidi dari pemerintah pusat.
Pemkab Jember menegaskan akan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran dalam penyaluran pupuk subsidi di lapangan.
Selain penguatan distribusi pupuk, Pemkab Jember bersama pemerintah pusat juga menggelontorkan bantuan sektor pertanian senilai Rp312 miliar. Bantuan tersebut mencakup alat dan mesin pertanian modern, benih, bibit, hingga pembangunan infrastruktur pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Tak hanya itu, luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Jember pada 2025 juga tercatat bertambah 373,59 hektare dibandingkan tahun sebelumnya.
Penambahan luas lahan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah tantangan alih fungsi lahan.
Dengan berbagai capaian tersebut, Kabupaten Jember semakin memperkuat perannya sebagai salah satu lumbung pangan utama Jawa Timur sekaligus penopang ketahanan pangan nasional. (**)








